Wednesday, February 12, 2025

Bab 22: Tidak Banyak Bicara

 Rhyno akhirnya merenung setelah perkumpulan di kediaman Aman selesai. Semua pemuda Zyo S akhirnya berkumpul untuk merundingkan rencana.

Mereka menyebar ke berbagai daerah untuk menyelesaikan misi yaitu menghalau rencana-rencana LV sebisa mereka mampu.

Martin dan Revo yang fokus menyebarkan postingan di media sosial tentang doa yang Aman bacakan untuk disebar. Bacaan doa itu terlihat baru sehingga situs-situs media sosial menghapus kiriman itu berkali-kali dan bahkan akun media sosial yang Martin buat dihapus oleh admin situs. Namun mereka tidak menyerah sampai akhirnya seluruh dunia terteror dan mencekam.

Pemerintah di beberapa wilayah yang menurut kepada LV sebab kualahan menghadapi Martin dan Revo akhirya men-take down internet.

Sebab Revo secara ugal-ugalan meretas segala situs hampir sembilan puluh persen di dunia ini, dengan cepat anggota suka relawan banyak yang bergabung ke dalam komunitasnya setelah sadar membaca doa dari Aman yang mereka temukan di media sosial.

Serangan tanpa ampun di internet ini membuat seluruh dunia LV gempar dan menyebabkan masyarakat tidak bisa menikmati internet lagi, akibatnya banyak perusahaan gadjet yang bangkrut dan menuntut keadilan kepada LV sebab mereka tidak bisa melacak pelaku peretasan situs.

Sementara sebagian warga sudah tidak peduli lagi dengan internet, mereka berbaur satu sama lain dan berorasi menyambut messiah sebab peglihatan dan pemahamannya sudah terbuka. Mereka masyarakat tersadar tentang telah bergantungnya mereka dengan smartphone dan media sosial sehingga melupakan bahwa ini sudah masanya dunia berhukum adil muncul.

Masyarakat mulai menjalak ke berbagai kekuasaan, mereka para orang kaya dan pemilik pabrik-pabrik yang mulai sadar kini membuat teknologi tanpa bantuan listrik. Mereka bahkan menukar pabrik makanannya karena sadar sebentar lagi listrik juga akan ditiadakan dan beralih ke usaha baru.

Namun LV yang tidak terima menggempur masyarakat dengan teknologi becana alam buatan. Ternyata siapa sangka Lim muncul di TV di siaran seluruh dunia lewat keahlian membajak Martin yang mengerikan.

Di sana Lim memberikan intruksi cara membuat teknologi alami bertenaga surya agar bisa menghalau gelombang elektromagnetik milik LV yang digunakan untuk membuat becana alam rekayasa.

Serempak para ilmuwan sipil yang menonton berlarian ke jalan-jalan untuk menuju pabrik mencari bahan dan semua orang yang sadar berbondong-bondong melindungi sebab mereka tahu ini akhir jaman.

Seluruh aparat pelindung dan negara mendukung gerakan masyarakat awam dibawah yang bergerak serempak tanpa dikendalikan pemerintah sebab mereka tahu persis nubuat legendaris bahwa mesiah memberikan komando ke seluruh umat manusia dan orang-orang akan bergerak serempak seolah memang dikendalikan untuk selaras dalam satu tujuan.

Di sisi lain, Furen dan Key di alam ghaib mulai membicarakan cara agar para mahluk parakosmik atau jin di alam gelombang internet radio supaya gagal memasuki dimensi manusia. Mereka mencari dimana letak segel antar dimensi berada.

Dan setelah ketemu mereka ternyata berhadapan dengan Bloom yang telah kehilangan dua matanya karena sudah dia berikan kekuatan sihir seluruhnya kepada Dajjal.

Ternyata selama ini Bloom adalah pembawa batu menara Evil yang menghisap energi negatif manusia.

Untuk menghadapi Bloom, Furen serahkan kepada Key hingga akhirnya Bloom terbunuh namun Key gagal menghalau para mahluk agar tidak ke dimensi manusia. Sebab selama Key bertarung dengan para mahluk itu, mereka terus berlari berbondong-bondong menuju gate batas antar dimensi.

Sementara Furen berusaha menghancurkan menara Evil yang masih berdiri kokoh dan terus menghisap energi negatif manusia.

Para mahluk itu kini sudah memenuhi dimensi manusia, langit menjadi gelap, para mahluk beraura hitam itu turun dari gerbang antar dimensi dunia manusia dengan dunia gelombang radio yang ada di langit. Mereka bermanifestsi menjadi kabut asap hitam dan membunuh manusia dengan penyakit wabah aneh yang mengerikan selama empat puluh hari dan empat puluh malam. Dunia penuh dengan aroma busuk. Kelaparan ada di mana-mana. Pintu-pintu rumah ditutup dan anak-anak tidak ada yang berumur panjang.

Dalam kondisi itu adzan sudah tidak ada yang mengumandangkan. Sehingga Aman berdiri di depan Kabah dan melantunkan Adzan sebab seluruh jiwa orang baik sudah diselamatkan oleh malaikat kematian.

Namun ketika ia selesai mengumandangkan Azan, Eden datang dengan satu mata kanannya yang busuk di hadapan Aman.

Sementara itu di alam lain, Furen berusaha meruntuhkan menara itu dengan kekuatannya dibantu oleh Noa dan Key yang baru saja datang namun ternyata Alice yang tidak terima muncul untuk menghalang-halangi karena Alice ditugaskan untuk menjaga menara Evil itu.

Alice tidak datang sendirian, dia bersama dengan bala bantuannya akan membabat habis Furen, Key dan Noa dalam sedetik.

Namun Rhyno datang mengantar bala bantuan pasukan parakosmik yang dibawa Gia. Gia yang sekarang didudukung oleh banyak bala bantuan dari kerajaan bidadari.

Pertarungan sengit pasukan Alice melawan pasukan Gia, yaitu antara bangsa Konsilia Konsilian melawan para pasukan peri memenuhi alam dimensi gelombang, membuat angin di dimensi manusia berhembus kecang di mana-mana. Terjadi badai petir berhari-hari sampai aroma busuk di dunia hilang.

Setelah peratungan dimenangkan oleh Gia dan menara sudah diruntuhkan. Langit menjadi sangat terik di dimensi manusia. Sangat kering dan panas oleh ulah aktivitas gelombang elektronik sebelumnya.

Dan di sana lah terus terjadi pergulatan antara Aman dan Eden. Pertarungan yang tidak ada hentinya menggunakan pedang sampai membuat Eden tergiring keluar gerbang kota suci.

Di depan pintu gerbang kota itu akhirnya kepala Aman terpenggal.

"Lihat lah, dan jika aku menghendaki dia hidup kembali maka dia akan hidup kembali!" Congkak Eden di hadapan para abdinya sembari menunjuk gelindingan kepala Aman yang teronggok di pasir.

Sontak kemudian tubuh Aman bangkit tanpa kepala dan memasang kepalanya sendiri kembali menyatu dengan lehernya.

"Hahaha! Lihat lah! Memang aku lah tuhan kalian! Aku menyempurnakan apa yang aku hancurkan! Maka hancurkan saja dunia ini!" Sombong Eden.

"..." Aman berdiri ke hadapan Eden dan menunjuknya dengan tangan kiri.

"Aku semakin yakin bahwa kau bukan Tuhan! Karena bukan kau yang menghidupkanku kembali!

Selama ini dalam diriku ada jiwa lain yang menemaniku berpedang denganmu dan kau baru saja mengeluarkannya dari tubuhku sehingga aku hidup lagi sebagai diriku sendiri. Maka kau bukan menghidupkanku kembali namun memang aku akan hidup jika dia mati." Tegas Aman dengan lantang.

Mata Eden tercengang. Seolah tak terima karena bukan setan pengikutnya yang masuk ke mayat Aman agar aman menjadi mayat hidup, ternyata Aman benar-benar hidup lagi.

"Sihir! Kau tukang sihir!" Bentak Eden.

"Kekuatan tenaga dalam dan sihirmu sudah habis untuk kau gunakan berpedang melawanku tadi karena dia menghisap auramu, Eden! Kau kini manusia biasa!" Aman melihat ada tombak di pasir yang tergeletak.

"Apa yang kau lakukan!" Eden panik.

"Slash!" Eden melempar tombak namun Eden berhasil menghindar.

"Lihat? Hahahaha! Aku tidak bisa mati! Aku tidak ditakdirkan mati di tanganmu tapi kau akan mati dalam penghukumanku!" Eden mengangkat pedangnya bersiap hendak menebas kepala Aman lagi.

"Jleb!" Tombak yang tadi dilempar oleh Aman kembali kepada Eden.

"Agh!" Eden merasakan dadanya ditembus oleh api.

Dia menoleh ke belakang dan bertapa terkejutnya ia bahwa yang melempar tombak itu adalah sang juru selamat yang dinantikan kebangkitannya oleh seluruh mahluk semesta alam.

"Jadi kau orang itu! Aku sudah tamat!" Eden menjatuhkan lututnya ke tanah dan menghembuskan nafas terakhir.

No comments:

Post a Comment

Bab 22: Tidak Banyak Bicara

 Rhyno akhirnya merenung setelah perkumpulan di kediaman Aman selesai. Semua pemuda Zyo S akhirnya berkumpul untuk merundingkan rencana. Mer...