Wednesday, February 12, 2025

Bab 22: Tidak Banyak Bicara

 Rhyno akhirnya merenung setelah perkumpulan di kediaman Aman selesai. Semua pemuda Zyo S akhirnya berkumpul untuk merundingkan rencana.

Mereka menyebar ke berbagai daerah untuk menyelesaikan misi yaitu menghalau rencana-rencana LV sebisa mereka mampu.

Martin dan Revo yang fokus menyebarkan postingan di media sosial tentang doa yang Aman bacakan untuk disebar. Bacaan doa itu terlihat baru sehingga situs-situs media sosial menghapus kiriman itu berkali-kali dan bahkan akun media sosial yang Martin buat dihapus oleh admin situs. Namun mereka tidak menyerah sampai akhirnya seluruh dunia terteror dan mencekam.

Pemerintah di beberapa wilayah yang menurut kepada LV sebab kualahan menghadapi Martin dan Revo akhirya men-take down internet.

Sebab Revo secara ugal-ugalan meretas segala situs hampir sembilan puluh persen di dunia ini, dengan cepat anggota suka relawan banyak yang bergabung ke dalam komunitasnya setelah sadar membaca doa dari Aman yang mereka temukan di media sosial.

Serangan tanpa ampun di internet ini membuat seluruh dunia LV gempar dan menyebabkan masyarakat tidak bisa menikmati internet lagi, akibatnya banyak perusahaan gadjet yang bangkrut dan menuntut keadilan kepada LV sebab mereka tidak bisa melacak pelaku peretasan situs.

Sementara sebagian warga sudah tidak peduli lagi dengan internet, mereka berbaur satu sama lain dan berorasi menyambut messiah sebab peglihatan dan pemahamannya sudah terbuka. Mereka masyarakat tersadar tentang telah bergantungnya mereka dengan smartphone dan media sosial sehingga melupakan bahwa ini sudah masanya dunia berhukum adil muncul.

Masyarakat mulai menjalak ke berbagai kekuasaan, mereka para orang kaya dan pemilik pabrik-pabrik yang mulai sadar kini membuat teknologi tanpa bantuan listrik. Mereka bahkan menukar pabrik makanannya karena sadar sebentar lagi listrik juga akan ditiadakan dan beralih ke usaha baru.

Namun LV yang tidak terima menggempur masyarakat dengan teknologi becana alam buatan. Ternyata siapa sangka Lim muncul di TV di siaran seluruh dunia lewat keahlian membajak Martin yang mengerikan.

Di sana Lim memberikan intruksi cara membuat teknologi alami bertenaga surya agar bisa menghalau gelombang elektromagnetik milik LV yang digunakan untuk membuat becana alam rekayasa.

Serempak para ilmuwan sipil yang menonton berlarian ke jalan-jalan untuk menuju pabrik mencari bahan dan semua orang yang sadar berbondong-bondong melindungi sebab mereka tahu ini akhir jaman.

Seluruh aparat pelindung dan negara mendukung gerakan masyarakat awam dibawah yang bergerak serempak tanpa dikendalikan pemerintah sebab mereka tahu persis nubuat legendaris bahwa mesiah memberikan komando ke seluruh umat manusia dan orang-orang akan bergerak serempak seolah memang dikendalikan untuk selaras dalam satu tujuan.

Di sisi lain, Furen dan Key di alam ghaib mulai membicarakan cara agar para mahluk parakosmik atau jin di alam gelombang internet radio supaya gagal memasuki dimensi manusia. Mereka mencari dimana letak segel antar dimensi berada.

Dan setelah ketemu mereka ternyata berhadapan dengan Bloom yang telah kehilangan dua matanya karena sudah dia berikan kekuatan sihir seluruhnya kepada Dajjal.

Ternyata selama ini Bloom adalah pembawa batu menara Evil yang menghisap energi negatif manusia.

Untuk menghadapi Bloom, Furen serahkan kepada Key hingga akhirnya Bloom terbunuh namun Key gagal menghalau para mahluk agar tidak ke dimensi manusia. Sebab selama Key bertarung dengan para mahluk itu, mereka terus berlari berbondong-bondong menuju gate batas antar dimensi.

Sementara Furen berusaha menghancurkan menara Evil yang masih berdiri kokoh dan terus menghisap energi negatif manusia.

Para mahluk itu kini sudah memenuhi dimensi manusia, langit menjadi gelap, para mahluk beraura hitam itu turun dari gerbang antar dimensi dunia manusia dengan dunia gelombang radio yang ada di langit. Mereka bermanifestsi menjadi kabut asap hitam dan membunuh manusia dengan penyakit wabah aneh yang mengerikan selama empat puluh hari dan empat puluh malam. Dunia penuh dengan aroma busuk. Kelaparan ada di mana-mana. Pintu-pintu rumah ditutup dan anak-anak tidak ada yang berumur panjang.

Dalam kondisi itu adzan sudah tidak ada yang mengumandangkan. Sehingga Aman berdiri di depan Kabah dan melantunkan Adzan sebab seluruh jiwa orang baik sudah diselamatkan oleh malaikat kematian.

Namun ketika ia selesai mengumandangkan Azan, Eden datang dengan satu mata kanannya yang busuk di hadapan Aman.

Sementara itu di alam lain, Furen berusaha meruntuhkan menara itu dengan kekuatannya dibantu oleh Noa dan Key yang baru saja datang namun ternyata Alice yang tidak terima muncul untuk menghalang-halangi karena Alice ditugaskan untuk menjaga menara Evil itu.

Alice tidak datang sendirian, dia bersama dengan bala bantuannya akan membabat habis Furen, Key dan Noa dalam sedetik.

Namun Rhyno datang mengantar bala bantuan pasukan parakosmik yang dibawa Gia. Gia yang sekarang didudukung oleh banyak bala bantuan dari kerajaan bidadari.

Pertarungan sengit pasukan Alice melawan pasukan Gia, yaitu antara bangsa Konsilia Konsilian melawan para pasukan peri memenuhi alam dimensi gelombang, membuat angin di dimensi manusia berhembus kecang di mana-mana. Terjadi badai petir berhari-hari sampai aroma busuk di dunia hilang.

Setelah peratungan dimenangkan oleh Gia dan menara sudah diruntuhkan. Langit menjadi sangat terik di dimensi manusia. Sangat kering dan panas oleh ulah aktivitas gelombang elektronik sebelumnya.

Dan di sana lah terus terjadi pergulatan antara Aman dan Eden. Pertarungan yang tidak ada hentinya menggunakan pedang sampai membuat Eden tergiring keluar gerbang kota suci.

Di depan pintu gerbang kota itu akhirnya kepala Aman terpenggal.

"Lihat lah, dan jika aku menghendaki dia hidup kembali maka dia akan hidup kembali!" Congkak Eden di hadapan para abdinya sembari menunjuk gelindingan kepala Aman yang teronggok di pasir.

Sontak kemudian tubuh Aman bangkit tanpa kepala dan memasang kepalanya sendiri kembali menyatu dengan lehernya.

"Hahaha! Lihat lah! Memang aku lah tuhan kalian! Aku menyempurnakan apa yang aku hancurkan! Maka hancurkan saja dunia ini!" Sombong Eden.

"..." Aman berdiri ke hadapan Eden dan menunjuknya dengan tangan kiri.

"Aku semakin yakin bahwa kau bukan Tuhan! Karena bukan kau yang menghidupkanku kembali!

Selama ini dalam diriku ada jiwa lain yang menemaniku berpedang denganmu dan kau baru saja mengeluarkannya dari tubuhku sehingga aku hidup lagi sebagai diriku sendiri. Maka kau bukan menghidupkanku kembali namun memang aku akan hidup jika dia mati." Tegas Aman dengan lantang.

Mata Eden tercengang. Seolah tak terima karena bukan setan pengikutnya yang masuk ke mayat Aman agar aman menjadi mayat hidup, ternyata Aman benar-benar hidup lagi.

"Sihir! Kau tukang sihir!" Bentak Eden.

"Kekuatan tenaga dalam dan sihirmu sudah habis untuk kau gunakan berpedang melawanku tadi karena dia menghisap auramu, Eden! Kau kini manusia biasa!" Aman melihat ada tombak di pasir yang tergeletak.

"Apa yang kau lakukan!" Eden panik.

"Slash!" Eden melempar tombak namun Eden berhasil menghindar.

"Lihat? Hahahaha! Aku tidak bisa mati! Aku tidak ditakdirkan mati di tanganmu tapi kau akan mati dalam penghukumanku!" Eden mengangkat pedangnya bersiap hendak menebas kepala Aman lagi.

"Jleb!" Tombak yang tadi dilempar oleh Aman kembali kepada Eden.

"Agh!" Eden merasakan dadanya ditembus oleh api.

Dia menoleh ke belakang dan bertapa terkejutnya ia bahwa yang melempar tombak itu adalah sang juru selamat yang dinantikan kebangkitannya oleh seluruh mahluk semesta alam.

"Jadi kau orang itu! Aku sudah tamat!" Eden menjatuhkan lututnya ke tanah dan menghembuskan nafas terakhir.

Bab 21: Klausa Bermuda dan Menara Evil

 "Apa sebenarnya yang menyebabkan manusia menjadi generasi keturunan bidadari? Bukannya bidadari itu sekarang sedang di surga?" Gia kebingungan.

"Bidadari itu terbuat dari belahan jiwa seseorang yang penuh cahaya oleh kekuatan kebaikan yang mengalir di darahnya... Jadi semua bidadari adalah ciptaan baru... Dan bidadari yang dulunya sudah ada sekarang turun ke bumi dan bersembunyi di tempat suci jauh dari iblis, bahkan mereka tidak mengenali bahasa bangsa iblis hingga butuh bantuan penterjemah bahasa antar alam... Itu yang kutahu sebab aku pernah berjelajah ke alam mereka," tutur Hajar.

"Tapi bagaimana bisa aku keturunan bidadari?" Gia berkata dengan nada bergeming.

"Sebab ada tanda di keningmu yang bisa kulihat dengan mataku ini, aku langsung tahu kau lah kalangan mereka. Leluhurmu adalah keturunan Idris yang dimuliakan. Dan dia sekarang adalah manusia yang menjadi raja malaikat di langit ke empat... Dia tidak pernah mati... Dia adalah satu-satunya manusia yang berhasil naik ke langit sebelum mati sehingga di sana dia berumur panjang... Dia berketurunan di sana dan dari keturunan itu menyebar ke bumi ke lingkungan orang-orang yang berhati suci dan bercucu-cucu hingga engkau..." Jelas Hajar.

"Jadi apakah aku ini lahir membawa misi?" Gia penasaran.

"Tentu saja, kau harus menyadarkan sesamamu... Banyak dari mereka yang bergabung ke lembaga LV sekarang sebab mereka tidak mengetahui identitas mereka dan terlanjur terekrut karena dihipnotis pemahaman baru... Dan rata-rata dari mereka bahkan merubah jenis kelamin mereka dan menjalani hubungan sesama jenis! Sebab ada agenda untuk merusak jiwa para keturunan bidadari... Maka LV mencuci otak manusia terutama sesamamu agar merubah jenis kelamin mereka sebab jiwa mereka sebelum lahir dan masih di alam gerbang kelahiran, sesungguhnya mereka belum berkelamin..." Jelas Hajar.

"Mereka belum berkelamin saat masih di alam peantian lahir?" Gia ingin diperjelas.

"Sebenarnya sebelum lahir sebagai setan, atau sebagai bidadari, sebagai binatang bahkan sebelum lahir menjadi pohon pun... Semua mahluk tidak berkelamin sebab di alam ruh tidak ada berkembang biak... Kita semua adalah jiwa yang berasal dari keringat Adam... Namun pemahaman ini ditekankan untuk mencuci otak sesamamu," Hajar berkata dengan nada penegasan.

"Pemahaman yang diambil sepenggal saja memang bisa menyesatkan..." Sahut Rhyno, Gia mengangguk paham.

"Baik lah, sekarang aku terangkan tentang angin klausa bermuda terbalik..." Lanjut Hajar.

"Apa itu?" Gia berusaha menenangkan diri.

"Seperti yang telah kukatakan bahwa aku adalah seorang peneliti satanis... Dan perjalananku telah teramat lama dan panjang... Maka lewat menceritakan kisahku itu baru lah aku bisa menjelaskan tentang dari mana suatu hal bisa kujelaskan... Dan apakah kalian bersedia mendengarkan dari awal tentang itu?" Hajar bertanya kepada seluruh pemuda, sementara Aman berbisik karena ingin kembali ke ruang suci dan Hajar mempersilahkan, maka Aman bangkit dan ke ruang sucinya.

Para remaja memaklumi sebab tugas Ama sangat berat, dia harus menghimpun kekuatan sebelum berhadapan dengan Eden.

"Klausa Bermuda adalah teori yang menjelaskan kontaksi antara kegiatan metafisika yang terjadi secara supernatural yang senantiasa terjadi hingga akhir zaman nanti, dilakukan oleh alam bukan mahluk berakal mana pun. Jadi ini murni kejadian alam..." Buka Hajar pada pembicaraannya yang akan semakin dalam.

"Awal dari observasi yang ini kualami secara tanpa sengaja, ini bukan lagsung ke dalam system-nya namun menyaksikan dari sisi terluar aktifitas bangun Klausa Bermuda terlebih dahulu pada saat itu. Kemudian berkembang ke petunjuk selanjutnya pada tahun dua ribu tiga puluh tiga dengan bantuan almarhum saudaraku." Jelas Hajar, para pemuda menyimak.

"Pengumpulan data mengenai Klausa Bermuda ini akhirnya menghasilkan kesimpulan mengenai betapa luar biasanya system alam yang diciptakan oleh Yang Maha Esa, dan sampailah pada publikasia artikel tentang itu, jadi aku sudah memasukkan informasi ini ke internet dan mungkin LV sudah mencuri maknanya untuk mereka gunakan," keluh Hajar.

"Jadi karena itu maka ini diceritakan?" Sambut Save dan Hajar mengangguk.

"Di tahun dua ribu tiga puluh tiga itu awalnya aku beribadah tengah hari, setelah menyelesaikan sujudku maka aku lanjutkan meruwat asma Tuhan, aku mengalami keanehan...

Aku sudah berada di dalam liang kuburan, di sana aku melihat ada angin hitam seperti kabut mengandung banyak abu hitam dan panas. Angin itu bertiup membawa bibit penyakit dan dia berjalan keliling dunia tanpa henti, dia menyerap sampah energy sisa dari afirmasi ilmu sihir jahat dan sisa wabah penyakit akibat sihir jahat pula.

Angin itu terus berhembus hingga akhirnya menyapu perkampungan dan perkotaan, hutan, pebukitan, dan lainnya.

Setiap badan manusia yang dilewati angin itu akan dihinggapi abu hitam yang dibawa oleh angin itu dan kulitnya akan terbakar, sampai kepada organ hati dan otaknya tetapi manusia tidak akan pernah tahu karena itu ghaib.

Jika angin itu berhembus kepada orang beriman kepada Tuhan maka kulit orang itu tidak akan terbakar. Tetapi jika kebalikannya maka akan terbakar dan hanya bisa sembuh jika orang itu bersuci dengan air dan sujud kepada Tuhan. Karena pasrah kepada Tuhan akan membuat energi panas negatif yang mampu membakar tubuh dan jiwa menjadi lenyap atau musnah seperti air yang mengering.

Setiap orang yang sudah terbakar oleh abu angin yang menempel itu tadi akan menjadi kepanasan hatinya kemudian dia mengamuk tidak jelas dan merusak tatanan harmoni di sekitarnya.

Akhibatnya akan terjadi banyak kerusuhan, kesetanan, dan kasus kriminalitas yang dilakukan oleh warga di kota atau di desa yang dilewati oleh angin itu.

Angin itu kadang seperti tornado yang sangat besar dan kadang dia bertiup seperti ombak laut yang menyapu tanah, dia juga bisa berjalan di atas air meskipun para ikan akan sehat dan baik-baik saja di dalam air, tapi manusia tidak bisa berlindung di dalam air untuk menghindari angin itu, mereka hanya bisa berlindung jika masuk ke rumah yang digunakan untuk sembahyang dan membaca kitab suci.

Angin itu membawa biang bencana alam dan musibah karena banyak sekali sampah-sampah energi sihir jahat yang bertebaran di atas tanah yang dilakukan oleh manusia.

Energi-energi sisa ilmu sihir itu akhirnya terkumpul layaknya sampah di lautan yang menjadi pulau sampah, energi sihir jahat yang bertebaran di udara pun terkumpul menjadi angin tornado yang besar.

Dan abu energinya bisa menjadi virus penyakit hati tambahan bagi manusia yang tidak beriman. Padahal kalau dipikirkan kembali, manusia sudah susah sekali diuji setan dan nafsunya sendiri, kini justru ditambahi dengan datangnya angin Fir’aun ini.

Pada tahun yang sama itu aku dan saudaraku melakukan perjalanan astral projection sengaja untuk mencari sudah sampai mana angin itu berhembus.

Ternyata angin itu berhembus mendekati Indonesia. Suasana malam itu mengerikan, kami terus saja menyebut nama Tuhan agar selamat. Dan besoknya kami cek ke media sosial  dan mendapati kabar dari beberapa orang bahwa tadi malam mereka merasakan hal aneh.

Kata mereka: malam yang dingin tiba-tiba berubah menjadi panas. Dan keesokannya banyak kasus terjadi, dan semua orang marah-marah tidak jelas.

Setelah kami mendiskusikan hasil pengamatan seperti diatas, maka kami coba untuk memecahkannya menjadi hal yang lebih rumit lagi.

Kami menyebut peristiwa ini touring of klausa Bermuda. Diambil dari nama segitiga Bermuda karena bersifat ghaib dan nyata, dan klausa yang bermaksud “berhubungan”. Yaitu Angin ghaib yang bertiup ke dunia nyata dan efeknya menjadi nyata, padahal angin ini muncul karena disebabkan oleh hal ghaib tetapi bisa sampai membuatnya berkeliling dunia.

Angin Klausa Bermuda ini juga kami sebut angin Fir’aun.

Saudaraku yang bernama Faathir itu adalah orang yang juga melihat angin ini pada tahun dua ribu enam belas dan menyebutnya sebagai angin Fir’aun karena membawa bencana bagi sebuah bangsa.

Belum ada cara untuk mendeteksi pergerakan angin ini karena tidak ada rumus yang bisa digunakan tetapi bisa dilihat langsung dan rutenya itu berlawanan dengan arah datangnya suara adzan karena itulah dengan kemungkinan besar, angin ini menjauhi adzan dan seperti digiring menjaga jarak dari jangkauan adzan.

Saat adzan datang dia pergi saat adzan pergi dia datang, tetapi dia bertiup menyerap energi negatif terus.

Datangnya menyapu daerah sehingga bisa datang antara dua sampai tiga bulan sekali.

Tahun berikutnya teori ini semakin termatangkan setelah aku belajar mengenai cara men-download data ghaib menggunakan hacking clouds dengan cosmic diving.

Menurut saudaraku, cara membajak gerakan awan di langit selain doa juga adalah adzan.

Semakin banyak adzan di suatu daerah maka langitnya semakin mudah untuk di-hack dan kemudian bisa melakukan cosmic diving disana.

Berdoalah saat ada adzan, dan sujud sebelum ada adzan di tempat lain. Lalu hubungkan keinginan dan ingatan yang kita miliki ke langit, sabarkan hati dan tunggu, kita akan lihat hasilnya berupa penampakan data dari awan yang mebentuk diri mereka sesuai jawaban yang kita cari sebab alam merekam seluruh ilmu di dunia ini. Jika langit tidak bereaksi maka berarti ada error dari kesadaran anda. Frekwensi kesabaran anda belum sepelan dan sehalus frekwensi kosmik yang ada di langit tempat dimana anda melakukan itu.

Dan data yang kudapatkan dari awan kala itu megatakan bahwa LV membangun sebuah menara untuk memusatkan energi negatif manusia di seluruh dunia. Energi negatif manusia berputar-putar megelilingi menara itu dan menara itu menghisapnya dan LV meletakkan sebuah batu meteor di menara itu sehingga seluruh energi buruk masuk ke batu itu.

Dajjal akan meghisap seluruh isi batu itu sampai matanya yang sebelah kanan menjadi buta. LV berusaha sangat keras setiap hari menghisap energi negatif  manusia sebelum angin klausa bermuda itu memusnahkannya karena itu mereka banyak melakukan pembantaian dengan perang kepada negara-negara yang menyebarkan suara adzan di wilayah mereka.

Tujuan mereka adalah untuk memusnahkan keberadaan adzan sebab adzan adalah seruan untuk sujud kepada Tuhan." Papar Hajar dengan sangat rinci.

Seluruh pemuda tercengang mendegarnya dan berpikir kembali untuk melakukan sesuatu yang lain ternyata selain harus ke dimensi internet dan radio karena di waktu yang sama aktifitas menara itu harus dihentikan.

Bab 20: Labirin Pikiran

 Rhyno mulai melamun, dalam kesendirian dia membayangkan betapa rumit isi dunia ini. Berangsur-angsur pandangannya kabur. Dan apa yang di hadapannya kini berubah menjadi pemandangan halaman depan kediaman dimana bersemayamnya Aman.

Rhyno tercengan dengan apa yang di alaminya, dia kembali di senja hari padahal tadinya ia berangkat di malam hari. Dengan guntai dia berjalan menuju pintu besar memasuki kediaman itu dan di sana berdiri lah Gia yang bercadar, mata Gia terbelalak dan berlari menuju Rhyno sembari memeluknya.

"Di mana Aman?" Hanya kalimat itu yang memenuhi relung jiwa Rhyno dengan tatapan menerawang.

Gia melepaskan pelukannya dan menyadari bahwa ini adalah situasi genting, maka tanpa banyak drama dia menggandeng Rhyno yang wajahnya pucat dengan pandangan kosong menuju Aman yang sedang duduk membaca kitab suci di ruang suci tempat dia bersujud kepada sang pencipta.

Mereka melangkah pelan mendekati ruang mulia itu dan dengan lembut Gia mengetuk pintunya.

"Salam... Tuan... Ada yang ingin menemui Anda, maaf..." Tutur Gia berhati-hati.

"Salan untukmu juga, Aku sudah menantikannya, tunggu lah dan aku akan datang..." Sahut Aman.

Perlu diketahui bahwa Aman selama berdiam dengan para pemuda Zyo S itu hanya mau menjawab salam dari Gia karena mereka memiliki keyakinan yang sama. Maka Gia ditunjuk sebagai juru bicara dari Zyo S kepada Aman namun Aman hanya akan menemui Gia di depan seluruh tamu di kediaman itu.

Tak lama kemudian Aman pun keluar dan meminta Gia memanggil semua orang untuk berkumpul di ruang tengah kediaman. Tak lama kemudian setelah Gia segera melaksanakan itu, semua orang berkumpul untuk menyaksikan diskusi Aman dengan Rhyno yang baru kembali dari dunia ghaib.

"Aku tadi bertemu dengan ratu bidadari dan dia menceritakanku tentang isi dunia gelombang internet dan radio yang harus kita jadikan sebagai alat menghadapi dajjal sekarang... Katanya dimensi internet dan radio itu seperti air yang bisa dicemari dan kita bisa ikut menyuntikkan sesuatu ke dalamnya agar keruhnya berkurang, sepert itu lah kalimat sederhana yang aku dapat darinya... Sebab selama ini iblis sudah mecemarinya untuk mencuci otak seluruh umat manusia agar mempercayai bahwa dunia ini berputar sehingga dia bisa membuat pikiran manusia berputar-putar... Aku di bagian ini kurang paham namun bisa kah Anda menerangkannya kepada kami yang awam?" Rhyno membuka pembahasan tanpa basa-basi setelah semua orang duduk tenang.

"Perlu kalian ketahui, aku ini didampingi oleh utusan Tuhan yang menguasai lautan dan dia belum mati, dia menitis kepadaku dan akan menuntunku kepada dajjal hingga dia akan memasuki diriku saat dajjal membunuhku, dan ketika dia pergi dari tubuhku maka aku akan hidup kembali... Dan tugasnya adalah membersihkan fitnah dajjal atau kabar bohong dajjal itu dan caranya seperti yang kamu beri tahukan kepadaku tadi... Dan seluruh umat manusia akan langsung sadar jika mampu menerima pesan dariku di internet dan radio... Namun aku butuh jalan agar ada yang membantuku menyebarkannya..." Jawab Aman bijak.

"Kami bersedia..." Sahut Martin sambil kemudian menoleh kepada Lim yang menjawab dengan anggukan.

"Baik lah anak muda, aku akan menggunakan bantuanmu... Dan tentang dunia, iblis telah mencuri tali jiwa manusia dengan membuat manusia mempersilahkan kepercayaan ciptaan iblis masuk ke jiwa mereka... keyakinan yang iblis tanamkan itu adalah tentang bentuk dunia ini yang serba dalam putaran... Sesungguhnya matahari dan bulan mengelilingi bumi yang diam." Mendengar itu, seluruh mata tamu di kediaman dari raja Arab itu terbelalak.

Ada sebagian dari mereka yang menelan ludah.

"Dengan mempercayai fatwa ini maka jiwa manusia sudah tidak percaya kedudukan bumi yang pada sejatinya diam dan tidak berotasi maka tali jiwa mereka diambil iblis dan ditempelkan ke sebuah batu yang berputar..." Lanjut Aman.

Mata Rhyno tercengang, "ya! Itu lah batu yang diceritakan oleh ratu bidadari itu kepadaku! Maka kita harus memutuskan tali jiwa orang-orang dari batu itu agar semua kesadaran manusia bangkit!" Sahut Rhyno.

"Kalian harus tahu lebih banyak, untuk itu aku memanggil temanku yang namanya Hajar di sini untuk membagikan sedikit gambaran tentang dunia ini kepada kalian... Karena aku sedang memfokuskan pikiranku kepada suatu hal... Tunggu lah dia hadir di sini..." Jelas Aman.

Para pemuda berbendera hitam itu saling memandang satu sama lain sambil mengangguk pelan. Tidak lama kemudian seorang pemuda Arab duduk di samping Aman menghadap para pemuda itu dan mengucap salam juga memperkenalkan diri bahwa dia adalah seorang peneliti satanis.

Dia menceritakan tentang laboratorium milik LV atau Lux Vanisher yaitu sebuah organisasi inti yang menyambut kedatangan  dajjal yang dipimpin oleh Alice the E-lies atau the Maze Queen.

Di sanalah sentral pengendalian pikiran seluruh umat manusia diteliti. Agenda yang dilakukan oleh laboratorium itu diantaranya adalah Saturn Radio yang  fungsinya menyebarkan kabar intuitif agenda bencana alam yang LV projekkan harus sukses, dengan begitu semua orang yang menerima sinyalnya di kepala mereka tidak akan kaget namun dibuat tidak bisa menyelamatkan diri. Mereka yang berhasil menerima sinyal ini akan diuji, bila sukses, ada kemungkinan besar di masa depan bahwa LV akan merekrut mereka menjadi anggota dunia baru ciptaan LV. Sementara itu di luar sana sebagian orang berpikir bisa meramalkan masa depan padahal atena radio kepalanya menerima pesan malvision itu dari Saturn Radio.

Kemudian laboratorium itu memproduksi Vaksin Metal Saturnus. Mereka menciptakan cairan yang bisa masuk ke jiwa dengan mudah, agar orang yang disuntikkan cairan itu bisa dikendalikan oleh Saturn Radio dari jarak jauh. Alat-alat uji coba di laboratorium ini diantaranya adalah Labirin Elies, Saturn Radio Mind Controller, Saturn Matrix, Ruang Kubus untuk uji coba kelenjar otak dan Ruang sabotase ingatan manusia.

Hasil produksi laboratorium ini adalah Malvision yaitu vision berasal dari radio saturnus, misalkan LV akan mengadakan program Starfallen Project atau projek membuat land sinking maka akan ada orang yang bisa menangkap sinyal radio berupa penglihatan seperti melihat kejadian munculnya land sinking di masa depan, apakah itu tsunami maka mereka akan melihat tentang kejadian tsunami di masa depan dan seterusnya. Masyarakat akan berpikir itu hal alami bencana alam padahal itu terjadi oleh mesin rekayasa becana alam buatan teknologi.

Kemudian Mass Server, ini adalah untuk membuat banyak orang bergerak menyerang sasaran LV. Misalkan LV ingin menghancurkan sebuah organisasi yang menentang kebijakan tatanan dunia baru milik agenda LV maka massa akan digerakkan kelenjar otaknya supaya memproduksi hormon tertentu dan bisa menangkap sinyal radio saturnus, sehingga mereka akan menyerang organisasi yang menjadi sasaran LV, contohnya lewat demo, orasi di media sosial online dan lain-lain. Dan sampai sekarang banyak orang belum sadar kenapa kiriman di media sosial seolah serempak bahkan mimpi mereka di malam hari kebanyakan seragam.

Sasaran utama laboratorium ini selain orang awam di dunia manusia adalah anak-anak ber-DNA ungu karena mereka keturunan manusia yang menikahi bidadari. Kemudian anak-anak ber-DNA orang-orang pendahulu yang disucikan oleh Tuhan. Lalu anak-anak ber-DNA lightworker atau anak-anak berdarah keturunan pejuang kebajikan alam semesta.

Nasib korban laboratorium cukup mengenaskan namun ada juga yang lolos, sebagaimana bagi orang awam akan susah menyembuhkan diri namun bagi orang ber-DNA khusus maka akan diperebutkan oleh keluarganya agar kembali ke jalan yang seharusnya, misalkan ada  seorang anak memiliki DNA bidadari namun belum menemukan identitas jati dirinya maka ia akan diculik dan jiwanya disabotase. Maka keluarganya di kerajaan bidadari akan berusaha keras mengirim sinyal atau pesan bahkan menyapa langsung agar anak tersebut bisa sadar kembali, bisa disembuhkan langsung oleh mereka atau anak itu sendiri melakukan built self healing.

Dan ketika Hajar menunjuk Gia, semua orang berkeringat dingin sebab Gia adalah anak keturunan manusia dan bidadari. Dada Gia berdebar sangat kecang dan berkeringat dingin.

"Berhati-hatilah sebab kau dalam bahaya dan syukur lah jika engkau kini sudah bersuami.." tutur Hajar, membuat Revo meraih tangan Gia dan memegangnya erat-erat.

Pandangan Rhyno masih menerawang tentang apa yang akan dia lakukan dengan dimensi internet ini.

"Jangan khawatir, jika terlalu sulit kita bisa memasuki alam itu dan membantai mahluk-mahluk pengantar fitnah dajjal ini agar kiriman kita di media sosial bisa langsung viral dan diterima semua orang!" Solusi Hajar.

Semua orang seperti terpanggil jiwanya untuk setuju.

"Aku dan Key akan membantu" Furen menyeringai.

"Key?!" Semua orang menoleh kepada Furen yang pelan-pelan mengangguk.

"Karena Key tidak pernah mati, dia itu setengah manusia dan dia menungguku datang selama ini, dia sangat tahu apa yang akan dia lakukan bersamaku!" Senyum Furen mengerikan.

Bab 19: Bidadari Penguasa Laut Selatan

 "Kemari lah dan akan aku ceritakan kepadamu semua latar belakang dunia ini," tutur santun wanita berusia sekitar empat puluhan tahun itu.

Rhyno menerawang nan jauh di sana ternyata pria berbadan bongsor tegap berpunuk itu sudah sangat jauh. Akhirnya dia berjalan mendekati wanita itu. Tak lama Rhyno beranjak datang pasukan jet hitam lebih banyak. Mereka memburu Rhyno dengan hujan tembakan dari langit.

Wanita berparas cantik berbusana serba hijau dengan selendang emasnya itu merangkul Rhyno dan mereka hanyut seketika ditelan air.

Rhyno dalam sekejab kini sudah berada dalam ruangan megah berbahan serba emas dengan sekedipan mata. Dia menoleh ke segala penjuru ruangan dan takjub akan dekorasi dan arsitektur antik yang unik yang baru dia jumpai.

Wanita itu secara perlahan duduk di samping Rhyno yang kini duduk di kasur warna emas, "sebenarnya Alice itu ular terbuang dari surga dan ke bumi tanpa dikasih rumah oleh sang pencipta karena berhianat membuka gerbang surga untuk iblis yang diusir dari surga" paparnya tanpa basa basi.

"Iya, legenda itu abadi tercatat... Bukan karena iblis hendak dijatuhkan ke bumi, tapi memang karena sudah ada sumpah antara Tuhan dan iblis bahwa iblis sudah terusir dari langit tidak boleh ke langit..." Rhyno menegaskan dasar pembicaraan.

"Dia menangis meratap mengadu bahwa Tuhan kasih iblis istana berlian dan kristal diantara dua lautan sementara dia tidak punya tempat di bumi maka aku berbagi lautan untuknya di selatan..." Arah pembicaraan wanita ajaib itu mulai fokus.

"Lalu?" Rhyno mengangkat satu alis.

"Pria bermata beda warna itu dikurung di sebuah gunung yang puncaknya di muliakan, nama bagian bawah gunung itu punya nama berbeda dengan puncaknya, dia di kurung di bawah gunung itu. Dan manusia yang mengidamkan kebebasannya kini sedang menaruh peledak dasyat di bawah pulau terdekat tempat gunung itu bersambung. Mereka menyelam ke dasar laut hanya untuk membelah tanah pulau itu." Wanita itu bernada serius.

"Bom?" Rhyno menebak dan dijawab oleh anggukan lawan bicaranya.

"Bangsa ku biasanya bisa menghentikan alat-alat manusia laknat seperti mereka mengirim suara yang sangat menyiksa telinga binatang laut dan telinga kami supaya turun hujan lebat agar muncul banjir. Mereka kadang mengirim suara seperti bintang jatuh dari langit untuk membuat tanah longsor. Kami sanggup menghalau sebab itu pulau rumah kami juga. Namun kini kami sangat kesulitan sebab dipagar oleh sihir penjaga... Dan semua mahluk penyihir itu tunduk kepada pria bermata beda warna itu..." Antusias wanita itu bercerita kepada Rhyno.

"Jadi mereka seperti mengirim laser gelombang aurora elektromagnetik, itu dalam istilah kami sebagai ilmuwan... Itu alat rekayasa bencana alam... Hanya untuk membelah pulau kalian menjadi dua? Sementara si botak itu sudah lepas sekarang... Jadi si botak mau menemui antek-anteknya dong?" Rhyno mengusap dagu.

"Mereka menumbalkan sapi betina merah untuk menebus nyawa Bloom, jadi Bloom tidak akan mati setelah kau bunuh... Dia akan menemui Eden bersama pria itu" wanita itu berkisah.

"Siapa namamu?" Rhyno akhirnya kebingungan.

"Bidara," jawab wanita itu yang tiba-tiba berganti busana serba putih dengan tudung kepala membalut mahkotanya.

"Aku akan menceritakanmu sesuatu yang jauh lebih besar lagi," lanjut wanita yang kini berbubah busana serba putih itu.

"Apa itu?" Rhyno keheranan.

"Tentang bagaimana bisa iblis mendapatkan seluruh sukma umat manusia..." Bidara memegangi dadanya seolah merasa berat melepas sebuah rahasia terpendam.

"Aku akan mendengarkan sepenuh hati jika ini masalah besar..." janji Rhyno.

"Yang kalian sebut dengan istilah Internet hanyalah air dalam sebuah cangkir, tetesi cairan maka air itu akan berasa," kata Bidara seolah itu bukan kiasan.

Rhyno mengangguk paham.

"Ini adalah kisah berjudul Jarum Tercelup kedalam Samudera" renung Bidara.

Rhyno dengan sabar menyimak.

"Bila kamu melihat internet, maka jangan membayangkan galaksi bimasakti, tetapi bayangkanlah air tawar dalam cawan yang dikerubungi oleh semut." Mendengar itu Rhyno mulai menghembuskan nafas panjang.

"Suatu hari, iblis datang menemui Shuri, seorang gadis ghaib..." Bidara terlihat sedikit gugup namun pandangan matanya tetap tegas.

"Siapa Shuri?" Rhyno ingin berbasa-basi menyambut topik.

"Dia ratu alam ghaib tanah China dan kecendikiawanannya sangat diakui oleh kalangan bangsa ghaib sampai terdengarlah ke buyut para mahluk ghaib, iblis menghadapnya untuk bertanya bagaimana cara menciptakan tatanan dunia baru" jelas Bidara.

Rhyno mengangguk mulai memahami koneksi cerita masa lalu itu dengan keterkaitan kondisi jaman ini.

"Setelah bertanya bagaimana cara membuat dunia baru, maka iblis pergi ke puncak gunung tertinggi, di sana ia merenung dan berkata: pohon, binatang, bebatuan, awan, angin, api, udara, tanah, gunung, lautan, mereka adalah cermin, mereka semua ada di dalam diri semua mahluk.. aku punya sungai ludah. Maka iblis meludah. Dikatakan lagi oleh iblis: aku punya laut asam di lambung, iblis memegang perutnya.

Katanya lagi: aku punya gunung kepala, iblis memegang kepalanya sendiri. Dia berkata lagi: aku punya langit di penglihatanku, dan iblis mengerjapkan matanya." Cerita Bidara.

"Iblis berkata: aku punya api, maka iblis mengusap keras kulitnya sehingga terasa panas di telapak tangannya. Kemudian dia berkata lagi:  Aku punya pepohonan, dan iblis meraba rambutnya. Ucapnya lagi: dan aku punya binatang di badanku, maka iblis memegang telinga dan hidungnya." Lanjut Bidara.

Rhyno masih menyimak.

"Iblis berkata: isi alam ini adalah organ semesta, berarti bila aku ingin menciptakan semesta aku cukup melihat hal paling kecil di dunia ini, iblis kemudian menelisik ke dalam sebuah batu gunung dengan penglihatannya." Jelas Bidara.

Rhyno mengangguk paham.

"Dia menemukan susunan partikel bergugus yang sekarang bila kamu lihat istilah galaxy maka akan muncul, begitulah bentuknya, tampilan yang iblis lihat dari dalam batu itu." Bidadari itu berkisah.

"Kata iblis: bila semua semesta ini bergerak atas perintah tuhan, maka bila aku ingin membuat hal baru.. aku harus membuat Kebalikannya!. Kemudian iblis mengangkat batu itu tinggi tinggi. Seketika saat itu petir menyambar dengan dasyat. Tanda sang pencipta kepada iblis bahwa Ia telah membolehkan keinginan iblis itu." Sang bidadari terhenyak.

"Menyaksikan petir itu, mata iblis berbinar-binar, baginya, petir itu adalah Lux Vanisher atau cahaya petunjuk yang menghancurkan. segalanya menjadi musnah bila cahaya petir itu datang dan dalam momen kemusnahan itu semua menghitam, sehingga iblis bebas berkeinginan, hanya iblis lah yang memiliki ini." Tegas bidadari.

"Free will..." Komen Rhyno.

"Iblis pun akhirnya mulai membangun susunan batu di gunung itu untuk belajar, ia memahat batu, saking semangatnya, ia tidak menggunakan kekuatan sihirnya dia berkata: aku akan menunjukkan bahwa manusia itu bukan mahluk yg sempurna!" Kisah bidadari.

"Dia melihat ke dalam dadanya sendiri, ada segitiga yang menghadap ke bawah. iblis menyeringai, ia bertekat harus melakukan membangkang Tuhan kembali untuk menunjukkan kepada manusia bahwa manusia itu tidak sempurna, ia tidak ingin dikutuk sendirian karena lalai, iblis ingin menunjukkan kepada sang pencipta bahwa manusia itu juga akan lalai seperti iblis." Mata bidadari itu tajam menceritakan.

"Ketika iblis sudah selesai memahat batunya, sebongkah batu itu berbentuk segitiga. Iblis mencocokkan batu itu kepada dadanya, ukuran segitiganya pas dengan gambar di dada iblis. Kemudian dengan tersenyum dendam, iblis membalik ujung batu yang mengarah ke bawah di tangannya menjadi ke atas.

Dan Petir besar menyambar dari langit. Iblis kemudian mengikrar: aku akan membuat manusia, membangkang Tuhan tetapi yang mereka yakini sedang menyembah Tuhan, iblis tertawa puas sampai menangis, karena akan segera menipu manusia tetapi ia melakukan ini dengan sia-sia, itulah kenapa ia menangis, tetapi Tuhan  menurunkan ketenangan kepada hati iblis, sehingga iblis berhenti menangis, maka ia pun bergegas melakukan upayanya kembali, sebab sang maha luhur merestuinya untuk menguji keimanan suci manusia." Gamblang bidadari.

"Iblis berseru: Kau mempermainkanku Tuhan!, Teriak iblis kepada Dzat yang sebenarnya amat ia cintai dengan berbagai kecemburuan bila Ia menyayangi mahluk lain.

Tetapi langit hanya diam. Iblis kemudian menuju ke sungai, ia mengaktifkan sihirnya untuk mengumpulkan logam terdekat, dan mengubah logam menjadi bejana, kemudian mengisinya dengan air sungai." Kisah Bidadari.

"Batu berbentuk segitiga tepatnya piramid itu kemudian diletakkan di bejana itu. Iblis menyihir batu itu agar mengeluarkan getah energi. Iblis kemudian membuat lingkaran metal seperti gelang. Iblis meletakkan batu kerikil di atas puncak batu piramid itu, ternyata mengambang. 'Inilah bila batu melawan batu' kata iblis." Bidadari mulai bernada kalem tapi tajam.

"Iblis meletakkan gelang logam di atas kerikil yang melayang mengambang di atas batu piramida, ternyata gelang itu mengambang turun dan sejajar dengan batu kerikil. Di dalam gelang itu, karena magnet getah energi batu sudah terkurung oleh gelang metal, maka batu kerikil itu berputar." Budadari menyentuh kedua bahu Rhyno.

Rhyno menatap kedua mata bidadari yang berwarna hazel itu.

"Lingkaran metal itu adalah pengurung ... dan inilah yang terjadi bila mahluk dikurung, maka pikirannya pun terputar-putar karena tidak keluar sama sekali.. itu kata iblis... katanya: aku akan menangkap semua tali sukma dan isi otak manusia, dan menempelkannya ke batu kerikil ini.. Aku akan mengatakan bahwa, bumi ini berputar-putar.. Pikiran manusia pasti akan berputar-putar, mereka akan gila! Mereka akan kepayahan menyaksikan sebuah keaslian!! Mereka akan terkena ilusi!! Mereka akan gila! Akal mereka yang katanya bisa melawanku, maka akal mereka tidak akan berguna, aku harus bisa membuat manusia gila! Dan Ibis akhirnya menari bahagia di dekat sungai itu."  Tegas bidadari.

"Bumi berotasi mengelilingi matahari di dalam sistem galaksi," Rhyno menerawang.

"Iblis berkata: jika aku ingin menguasai otak manusia, aku harus memanfaatkan perempuan.. sebab perempuan itu adalah penyalur enam enam enam. Iblis yang memang pandai sebelum dikutuk, sudah belajar lebih banyak dari pada mahluk lainnya, ia pun memantrai air yang menggenangi piramida itu supaya memiliki energi pengikat.

Artinya adalah lima titik sudut piramida, terhubung ke kerikil, lima ditambah satu adalah enam, maka enam  dilipat gandakan agar bisa menyeluruh ke gelang metal." Jelas bidadari.

"Ini lah awal mula, projek kubus matrix saturnus mind control secara masal." Bidadari itu mulai menggunakan gaya bahasa modern.

Rhyno tercengang.

"Giliran iblis sudah selesai, sekarang giliran kami para peri yang menyaksikannya dan membukukan kejadian itu dalam kitab sejarah kemudian menyimpannya di perpustakaan kami." Tutur bidadari.

"Saat ini, air sungai itu adalah internet yang berkekuatan terhubung atau enam enam enam.

Awalnya, manusia mengenal lalai karena Adam menurut kepada Hawa, dan Qabil membunuh karena menginginkan Iqlima, tetapi tidak, di masa itu manusia sudah mulai mengenal istilah uang. Manusia pun mengenal istilah menjajah tak lama kemudian, dan itu semua juga berkat iblis.

Maka muncullah kesempatan iblis. Awalnya manusia rakus kesulitan mencari cara supaya bisa menguasai seluruh dunia sebab menjajah, tetapi ternyata tidak berhasil menguasai dunia agar mereka kaya dengan mudah, iblis pun akhirnya ditanyai oleh mereka.

Iblis memperkenalkan teknologi konektor, ia memanggil seorang pria ke ruangannya, dan pria itu mengangguk memahami tugasnya, bahwa ia harus menciptakan armada besar bila ingin menguasai dunia, dan pria itu pun tergiur.

Pria itu kembali ke alamnya, dan mengumpulkan semua orang yang mau bergabung dengannya. Banyak lah kemudian yang bertangan kepada iblis bertanya supaya cerdas, bisa menciptakan teknologi versi manusia tetapi bisa berkekuatan setara kekuatan sihir di alam ghaib.

Akhirnya iblis pun mengajari semua orang hingga akhirnya mereka siap melakukan uji coba menguasai dunia, tetapi tidak segampang itu. Peri bangsaku tidak terima, mereka membela manusia yang baik, mereka juga memilih orang-orang untuk mereka ajari membuat teknologi hingga akhirnya terjadi peperangan, dan kemusnahan. Singkatnya, akhirnya teknologi manusia di sisi peri dikuasai sebab direbut oleh blok pengikut iblis. Sejak itu pengikut iblis semakin percaya diri apalagi sudah menemukan internet, teknologi menguasai pikiran manusia agar terhubung dengan mereka. Mereka cukup berbicara dengan alat itu, maka semua manusia menyimak dan menurut.

Dalam bagian inilah, peri pun akhirnya memutar otak dan berkata: kita manfaatkan saja apa yang sudah diciptakan oleh iblis." Bidadari itu bercerita panjang.

Rhyno mencoba mencerna.

"Peri membuat alat yang sama dengan iblis, yaitu persis seperti apa yang iblis buat di dekat sungai dulu.

Internet, hanyalah air dalam cawan atau bejana.. satu orang menumpahi gula, lama-lama akan manis, tunggulah larut, bila seorang lainnya menyelupkan tinta hitam, tunggulah maka akan larut menjadi hitam, begitu pula garam, dan semua bisa mengendap bila tidak diaduk." Jeli bidadari.

"Maksudnya, kita cukup sampaikan saja pesan di media sosial tidak perlu dibaca oleh orang lain, pesan kita akan larut ke dalam internet meski mereka pengguna internet tidak membacanya. Sebab internet ini tetap diaduk oleh pegawai yang bekerja di situsnya, pesan kita tidak akan pernah mengendap, lama-lama akan ada orang yang gelombang kesadarannya akan tertelepati menerima, sebab internet ini menuju ke matrix saturnus tadi, si kerikil tempat berkumpulnya para kesadaran sukma pengguna internet. Batu piramida itu menyerap air atau internet agar terus bisa membuat kerikil itu melayang. Jadi kita tidak perlu lelah hati, cukup ketik di di media sosial sebanyak mungkin. Tetapi dengan afirmasi atau niat agar sampai kepada pengguna internet fokusnya disitu?" Rhyno menarik kesimpulan.

"Benar, kenapa dalam piramida diberi gambar mata, sebab penglihatan adalah langit, itu kata iblis, makanya tanpa melihat fakta manusia yang sudah tertangkap kesadarannya ke kerikil akan tetap percaya fitnah dajjal." Bidadari membenarkan.

"Ini mengingatkanku tentang Biopsikologi yang dimiliki oleh kerikil itu dan Neuroscience pada badan mahluk berdaging memiliki bioritme. Aku berpikir bahwa empat hal itu lah modal fisika kinerja matrix saturn tadi..

maka, saat kita mengetik informasi, jangan berniat bicara kepada manusia, berniatlah bicara kepada internet." Rhyno menggosok dagu.

Bidadari membiarkan Rhyno berpikir.

"Artinya dalam satu akun online contohnya di situs real book, satu akun andaikan dihuni oleh tujuh rebu ekor mahluk parakosmik di dimensi gelombang, maka bayangkan bila tujuh ribu ekor jin itu adalah semut yang bisa kita panggil untuk membantu mengaduk internet supaya pesan kita bisa sampai kepada siapa yang bsa menangkap frekuensinya, apa jadinya?

mereka akan sadar sebab reaksi dari bioritme mereka, kerikil tadi punya bioenergi bukan?

Ini lah namanya biopsikologi neuroscience pada neomaterial. Kita bisa meracuni internet dengan mengetik hal bermanfaat, bahkan meski hanya kita sendiri yang melihat pun, itu benar-benar setara dengan meneteskan tinta ke air dalam cawan tadi." Cerah Rhyno.

"Aku ingin kau melakukan ini, untuk melawan dajjal. Sebab sekarang dia dan para petingginya sedang memanggil pengikut mereka di seluruh penjuru bumi. Dan tanah airku bisa dihancurkan oleh manusia yang mengikuti dajjal, sebab masyarakat di tanah air ku adalah manusia-manusia berketurunan dari orang-orang yang punya ilmu supranatural!" Garis bawah bidadari.

"Jadi harus memakai cyber war untuk melawan si botak... Baik lah, kita kumpulkan orang-orang yang tidak percaya bahwa bumi ini berputar... Karena hanya mereka yang bisa bergabung dalam misi ini..." Seringai Rhyno.

Bab 18: Menuju Penjara Dajjal

 Bloom berjalan pelan menuju bibir pantai bertirtakan biru yang sejuk dengan banyak bebatuan kristal di dalam genangannya yang tenang. Dia berjalan hingga seluruh tubuhnya kini tertelan air laut tawar. Lautan tawar itu menyeret tubuhnya dengan arus yang kuat tanpa ia harus berenang. Di dalam penyelamannya tu mulai terasa Bloom menabrak lapisan air yang bersuhu lebih hangat hingga beberapa jarak ke depan air itu semakin terasa panas dan menggodok dirinya. Tidak ada oksigen. Bloom terasa amat tersiksa namun ia tidak bergeming dan tetap sabar dalam pasrahnya dibimbing arus menyelami tempat yang semakin dalam dan gelap hingga terlihat sungai lumpur api kemerahan mengalir di bawah laut.

Ya, lava itu adalah gerbang masuk yang Bloom tuju. Semakin dalam ia mendekati mulut palung laut berisi lava terpenjara dalam air itu. Semakin dalam tubuhnya tertarik ke ujung bumi terbawah hingga akhirnya mentas di sebuah gua. Semuanya seperti bertransisi dari satu suasana ke suasana baru.

Bloom berjalan menyusuri gua berisi bebatuan berlian itu dengan tenang. Hingga seberkas biasan cahaya menyapa penglihatannya yang terasa kesilauan. Bloom merasakan busana dan tubuhnya semakin mengering dari basahnya. Dengan kawalan hembusan angin yang sejuk merasuki gua itu, dia melangkahkan keluar menuju area alas terbuka penuh dengan barisan  pepohonan aneh yang menjulang bak gedung pencakar langit.

Cahaya surya menerobos di setiap dedauannya menjadi alat terang perjalanan Bloom menuju the master. Dia mengikuti instingnya sambil menudungi dirinya dengan busana jubahnya, menyimpulkan senyum sebab merasakan detak jantungnya semakin kuat.

"Aku semakin dekat, aku bisa merasakan getaran dan aroma energinya..." Desis Bloom.

Sampai lah matanya melihat di hadapannya tengah  berdiri megah sebuah istana putih terbuat dari emas, kristal dan berlian. Istana yang satu-satunya ada di tempat subur dan asri itu.

Dengan semangat Bloom berjalan mendekati bangunan itu dan membuka gerbang raksasa kediaman mewah itu. Di dalamnya hanya ada lantai kosong dari berlian dan kristal. Namun ada seseorang pria sekitar umur tiga puluh tahunan yang dirantai kaki, leher dan tangannya.

Pria itu menatap Bloom dengan tajam, "siapa kau wahai tamuku?"

Bloom menekuk lututnya sedikit tanpa berkedip menatap mata pria berbusana serba putih dan tertutup itu. Lalu mengangkat kembali lutut Bloom, "saya adalah kekuatan Anda" katanya sambil berjalan mendekat.

"..." Pria itu terdiam saja melihat Bloom berjalan mendekatinya.

"Pasti ini kali pertama ada orang datang yang bisa membuka rantai ini dari dirimu..." Bloom terlihat dengan mudahnya melepas borgol rantai yang mengekang pria itu.

Sosok pria itu berdiri dengan hati-hati dan menikmati kebebasannya dengan ragu-ragun, "benar-benar ini kah sudah saatnya?" Tanyanya kepada Bloom.

"Messiah kegelapan yang agung semua pemujamu kini sudah meronta untuk menuntut kebebasanmu, engkau harus menjadi juru selamat bagi hamba-hamba yang tersesat... Dan di dimensi manusia kami sudah menyediakan jasad untukmu..." Kata Bloom kepada sosok pria berbadan besar dan gempal berkepala botak dengan janggut panjang itu, matanya memiliki dua warna, yang kanan hijau kecoklatan dan yang kiri biru keunguan.

Pria itu mengangguk pelan dan mengikuti Bloom setelah gadis muda albino itu berbalik badan untuk keluar dari istana raksasa itu. Badan besar nan tinggi the false messiah terlihat sangat mengerikan. Langkahnya menggetarkan daratan setiap ia menapak tanah.

Jejak yang ia tinggalkan membekaskan tanah menjadi kering yang panas serta rerumputan mengering. Sungguh sebuah hal yang luar biasa.

"Ketika laut merah surut maka tumpahkan lah darahku!" Bloom merentangkan tangannya sambil membimbing langkah tuannya dengan tersenyum bangga.

"Apakah engkau ini al baqarah?" Tanya pria berpunggung menonjol ke atas itu, untuk istilah sapi betina sebagai persembahan dalam bahasa Arab.

Bloom menoleh dengan senyum sangat mengerikan, "aku lebih sempurna dibandingkan dia jawab Bloom.

Mereka berdua berjalan menuju dimensi batas waktu dan tempat menuju Medina ke gunung pemusik untuk menatap Eden di Royal Palace.

Sementara itu semua pangeran di Arab tengah saling beradu argumen sampai darah mereka mendidih dan memutuskan untuk menarik pedang mereka masing-masing. Mereka saling membantai dan menghunuskan kematian ke hidung saudara mereka demi memperebutkan tanah-tanah yang memiliki nilai meguntungkan.

Eden menyaksikan kejadian tersebut dari kejauhan menggunakan mata batinnya dan menyeringai.

Sementara di tempat lain, Furen dan Aman juga menerawang kejadian itu. Namun ada yang membuat lebih menegangkan.  Rhyno sedari tadi berdiri di tengah pintu kediaman Aman sambil menatap langit penuh bintang tanpa awan dan menyiapkan pedangnya yang terus dia genggam dengan tatapan mata serius.

Kini Bloom dan the false messiah sudah tiba di hadapan bibir permukaan laut merah. Sosok pria terkutuk itu mengangkat tangannya yang menggenggam pedang hendak bersiap menebas putus leher Bloom. Rhyno sekejab memusatkan penerawangannya dan mengirimkan jiwanya ke tempat itu, ia berteleportasi ke hadapan pria bengal itu dan menghalau cambukan pedangnya sambil mendorong Bloom.

Mereka tercengang bagaimana bisa ada wanita asing muncul entah dari mana. Rhyno tanpa ampun membuat pria itu termundur dari pantai lalu berbalik badan untuk membantai Bloom. Sigap Bloom mengeluarkan pedang dari jasadnya dan menentang serangan Rhyno. Keduanya bertarung sangat sengit. Namun tiba-tiba muncul jet dari kejauhan dan menembak ke arah Rhyno berdiri. Jumlah jet itu tidak main-main ada sekitar tujuh unit jet hitam legam melesat di antara bintang-bintang yang berkemilau dengan damai.

Angin malam itu mendadak berhembus sangat kencang. Rhyno tidak peduli kepada nyawanya dia terus menghindari ledakan dari tanah kembali berlari menuju Bloom untuk membantainya.

Ini adalah kejadian yang menggambarkan pertarungan antonim antara dark dewi Athena melawan dewi dark  Minerva yang merupakan representasi alter ego dari eka jati. Dimana Rhyno akan membunuh Bloom agar bisa menghalau kesempurnaan kesaktian lawan the true messiah. 

Furen dan Aman di kediaman Aman mulai menerawang keadaan Rhyno tanpa khawatir sebab itu sudah menjadi tugas kewajiban Rhyno dan hasilnya sudah diramalkan. Maka mereka fokus melihat kejadian dari jauh di istana kerajaan Arab sebab sewaktu-waktu Eden akan muncul di sekitar mereka. Furen dan Aman tidak bisa melacak gerakan Eden begitu pula Eden kepada Rhyno dan kawan-kawan kecuali lawan mereka yang sudah dinubuatkan dalam kitab suci.

Bloom terkena sayatan pedang Rhyno ketika ia berputar menghindari besatan pedang Bloom. Rhyno bergerak memotong gerakannya sendiri dan dengan gerakan patah ia berputar ke bawah, Bloom melompat dan menebaskan pedangnya ke kepala Rhyno namun gadis berambut biru itu menjatuhkan dirinya ke tanah dan menendang kepala Bloom hingga terpelanting ke atas serta langsung mengoyak punggung Bloom dengan memutar belakang pegangan pedangnya. Tanpa ampun sebelum Bloom jatuh ke tanah dia menepas dada Bloom dengan kedua tangannya yang erat menjamah gedangnya. Ketika Bloom terbanting ke pasir, dia langsung memenggal leher Bloom menjadi dua.

Darah mengucur deras membasahi pasir pantai sementara sang dajjal berjalan tanpa peduli dengan Bloom. Kekuatan jiwa Bloom diunduh oleh jiwa Rhyno. Aura sedingin es keluar dari pori-pori tubuh Rhyno sampai mengeluarkan asap. Sementara jet bermanufer menembaki Rhyno. Dengan kekuatan yang kini dimiliki, Rhyno membelah semua jet itu dari jauh dengan kibasan pedangnya yang mencambuk udara malam itu. Mata Rhyno menyala putih.

Dia berjalan menyusuri pantai mengikuti jejak sang messiah kegelapan. "Aku tidak akan kembali pulang" katanya sambil terus mengejar mahluk berbadan semi itu.

Namun di tengah perjalanannya dia dikagetkan dengan sebuah pemandangan tak lazim, bibir laut terbelah. Rhyno memandangi hal itu yang muncul seolah untuk menarik perhatiannya. Seorang wanita berkebaya hijau  ala nusantara muncul, "apa yang kau kehendaki?"  Tutur katanya terdengar santun.

"Siapa kamu?" Tunjuk Rhyno dengan pedang di tangan kirinya.

"Aku adalah nenek moyang dari pria yang sedang kamu cari-cari, aku adalah ratu penguasa lautan selatan benua tanah yang ditenggelamkan" angin berhembus megantarka aroma bunga melati yang terangkai rapi di rambut hitam wanita itu.

"Kau kah ratu bidadari itu?" Rhyno menatap serius.

Sosok wanita beraroma wangi itu mengangguk dengan senyum misterius.

"Aku ada di dunia ini untuk membantu siapa pun yang ingin berjuang di jalan ilahi dengan jiwa tulus dan penuh kesabaran" ungkap wanita yang memiliki beberapa butir beras tertempel di keningnya itu.

Bab 17: Salju di Padang Pasir

 Huge Land benar-benar dalam keadaan panas, masyarakat memberontak. Pemerintah mengerahkan seluruh pasukannya untuk megendalikan warga sipil hingga warga elite ilmuwan yang memberontak, mereka mulai merajalela turun ke jalanan dan bersorak 'lebih baik mati dari pada hidup jadi binatang dikandangkan di tanah asing.' Kini bagi warga Huge Land dunia bukan lagi berpusat di Zyo S tetapi di diri mereka sendiri. Wabah unjuk rasa ini melesat di berbagai daerah di Zyo S. Warga mulai meretas sistem pertahanan nasional dan membobol siaran TV.

Banyak warga yang meninggal oleh bom dan tembakan dari jet tempur namun segera warga mengambil alih kesadaran pihak militer setelah warga berhasil membobol masuk markas militer. Kini petinggi-petinggi dalam militer dan kepolisian sedang ditawan oleh elite ilmuwan yang mengerahkan warga sipil dan segera setelah itu terjadi, Lim kembali muncul dengan maskernya di seluruh monitor dengan menampilkan matanya dan suaranya yang khas.

"Apa itu tuhan komputer?

Untuk apa kamu menjadi pelindung Zyo S?

Apa yang kamu dapat setelah kematianmu?

Apa kamu yakin lahir sebagai abdi setia Zyo S?

Apa itu Zyo S?

Apa itu surga duniawi?

Coba lah berpikir dan jawab!

Kenapa kalian tidak rebut tanah ini dan mengubah Zyo S menjadi sesuai keinginan kalian?

Semua manusia lahir dengan naluri dan kamu lahir untuk memimpin dunia, bukan dijadikan binatang yang ditusuk ancaman orang lain!

Kamu kuat dan mereka hanya menakut-nakutimu!

Mereka menakut-nakutimu karena tidak ingin kekuatanmu terbangun!

Runtuhkan!"

Ucapan Lim itu langsung disusul dengan matinya seluruh monitor di berbagai daerah, beberapa anggota aparat pun mulai terputus hubungan pikiran alam bawah sadarnya dari hipnotis yang disampaikan oleh pemerintah Zyo S sebelumnya.

Di saat itu lah kondisi di luar sana semakin kacau, ada dua blok antara aparat bebas dengan aparat abdi Zyo S yang membuat kubu wilayah pertahanan.

Semenjak kekacauan sebelumnya dari siaran Lim yang pertama, Martin dan Lim hidup normal di tempat pipa, mandi dan mendapat makanan dengan leluasa keluar masuk kantor stasiun TV yang mereka jadikan sarang persembunyian. Namun sekarang mereka harus keluar dari tempat itu untuk menjalankan misi selanjutnya. Yaitu men-take down pemerintah secara langsung untuk memerdekakakan Zyo S.

Teror yang diciptakan Lim benar-benar menggemparkan markas elite klan Lux Minerval Zyo S. Mereka ingin membunuh Lim dan mengirim pasukan penyusup dan penyamar paling handal ke seluruh Zyo S.

"Mereka sudah mengetahui kita dan akan ke sini!" Insting Martin sambil mengemudikan mobil Revo selama tiga jam untuk pergi ke pusat kota.

"Kenapa kita ke Neo Viva? Itu pusat kota!" Lim terkejut melihat pintu gerbang pusat kota.

"Insting saja..." Martin singkat.

"Jangan bilang kau sudah tidak ada ide lagi?" Lim panik melihat ke belakang jaga-jaga ada yang mengikuti.

"Jangan khawatir, kau bisa telepati dengan Furen, kau bisa bilang minta tolong jemput dengan teleportasinya!" Martin menambah gas.

"Mustahil terlalu jauh!" Lim mendesak matanya terbelalak.

"Sudah kubilang jangan panik! Fokus!" Martin mendesak juga.

Akhirnya mau tak mau Lim memejamkan matanya untuk mencapai gelombang hening di pikirannya.

"Furen! Aku memanggilmu, Furen!" Batin Lim.

Sementara itu, kini Furen tengah tidur pulas akibat  kelelahan berlatih pedang, dia tidur dengan memeluk Casn yang juga masih lelap.

"Lim?" Furen membuka matanya pelan, dia merasa ada yang terdengar di dalam hatinya.

"Ajak aku bersamamu sekarang, aku dan Martin dalam bahaya besar!" Seru Lim dalam hati.

"DWAR!" Tembakan besar meledak di depan jalur Martin.

Ada jet menembak dari langit mengejar mobil yang dipacu oleh Martin.

"Sial!" Martin mengelak dan terus melaju.

Martin tau bahwasanya Neo Viva adalah tempat metro politan dengan jalur berkendara yang memiliki banyak terowongan dan jembatan yang berkelok-kelok memasuki lajur lain karena di tata sedemikian rupa sebagai tempat hiburan warga kaya.

Karena itu Martin sengaja mengulur waktu, tapi jika dihadang dari lawan arah maka tamat lah riwayat mereka. Selain kini nyawa mereka bergantung kepada bahan bakar mobil dan kekuatan mobil, Martin juga pasang taruhan bahwa warga dan aparat Neo Viva sekarang kemungkinan besar lebih banyak yang memberontak, dengan kata lain tidak akan ada aparat yang mengejar mereka tepat waktu. Pemerintah harus memanggil bawahan dari luar jika ingin menangkap Martin.

Martin sepertinya sekarang mendapatkan ide, dia menuju sebuah terowongan bawah tanah tempat biasanya para anak orang kaya berkumpul untuk bersenang-senang di malam hari. Martin segera melaju ke alamat itu. Sementara jet di langit berputar-putar mencari personil yang bisa diarahkan oleh pemerintah. Dan sesuai dugaan Martin, tempat itu sunyi. Yang tersisa hanya warga pemberontak dan justru jet itu mendapatkan oleh-oleh bazoka dari warga sipil dan aparat pemberontah di jalan atas.

Martin mulai memelankan lajunya saat hampir sampai hingga akhirnya deru suara bising knalpot mobil beristirahat dengan dipadamkannya mesin mobil. Martib keluar dari mobil disusul Lim.

"Martin! Ini berbahaya!" Lim berdebar-debar.

"Apa kata Furen? Kau mencapai frekuensinya tidak?" Martin menyalakan rokok dan menghisapnya dalam-dalam dengan tenang namun sambil waspada melihat seluruh area jalan di terowongan bawah tanah itu.

"Katanya dia menuju ke mari..." Hela Lim.

"Eum!" Angguk Martin mantap.

"Aku datang..." Suara lembut Furen.

Lim mengembangkan senyum lebar dan berlari memeluk Furen yang tiba-tiba muncul. Martin berjalan tenang menuju Furen.

"Awas!" Teriak Furen.

Terlihat di depan mata Furen, di belakang Martin sedang melesat roket bom yang meluncur menuju mereka. Martin menoleh ke belakang dan berlari menuju Furen. Furen dengan tenang mengulurkan tangannya kepada Martin dan...

"Pshyuu...!!" Roket itu meluncur mendekati Martin.

Sensornya merasakan bahwa adanya radius target yang sudah mencapai titik hampir nol dan...

"Darr!!!" Meledak dasyat sampai terowongan itu pecah hebat.

Dalam detik itu Martin telah menyentuh jari Furen dan langsung terhisap ke dalam dimensi beku.

"Kau baik saja?" Furen terbelalak sambil menahan nafas.

"..." Martin mengangguk, mulutnya menganga sampai rokoknya jatuh ke tanah berumput di bawahnya, matanya tak mau melepaskan pandangan Furen.

"Itu tadi hampir saja.." Furen tersenyum tipis.

"Oh astaga..." Lutut Martin jatuh ke tanah berkarpetkan rumput basah oleh embun.

Martin bernafas sedalam mungkin mengusap wajahnya dan meraih tangan Furen untuk berdiri.

Lim menangis dalam pelukan Furen yang belum dilepaskannya karena trauma.

"Ikut aku dan jangan lepaskan aku, jangan menoleh kemana pun dan jangan memejamkan mata, jangan mengeluarkan suara... Lihat saja aku..." Furen berbalik badan.

Lim dan Martin berpegangan tangan sementara tangan yang lain memegang  baju bagian belakang milik Furen.

Furen berjalan pelan, dan di sekitar mulai terasa aneh.

Tempat yang awalnya terang menjadi semakin gelap dan menghitam sampai tak bisa melihat apa-apa. Baju putih Furen pun sampai tak terlihat lagi, benar-benar gelap bahkan semakin tidak ada oksigen untuk bernafas.

Mulai terdengar suara-suara aneh dan mengerikan, teriakan-teriakan yang menyayat hati.

"Tolong! Jangan tinggalkan aku di sini!"

"Hentikan!"

"Aku disiksa di sini, tolong aku!"

"Tidak!"

"Ampuni aku!"

"Tolong aku!"

"Hahahaha!"

"Manusia terkutuk!"

"Kalian akan mati dan akan kembali ke sini!"

"Kalian manusia laknat!"

"Hatimu sudah penuh dosa! Hahaaha!"

Suara-suara penyiksaan seperti suara cemeti yang menyambuk-nyambuk mulai terdengar. Kadang ada suara bantingan besi berat disusul erangan dasyat seperti ada yang menderita olehnya. Bersahut-sahutan suara rantai terkibar dan bunyi-bunyian ledakan seperti daging yang terlalu lama dipanaskan. Suara-suara mendidih air-air kental mulai ikut berbunyi.

Suara kobaran api mulai terdengar disusul semakin panasnya suhu udara. Kini Furen berjalan pelan menyusuri kobaran api. Di mana-mana ada api. Yang awalnya api itu berwarna masih jingga, menjadi merah kehitaman kemudian menjadi ungu sampai menjadi nila dan hanya tersisa rasa panas yang luar biasa.

Lim dan Martin hampir menyerah namun karena memegang baju Furen mereka masih bisa tahan dengan ujian itu semua.

Hingga akhirnya mereka melewati tempat gelap dan hitam tanpa ada penerangan, sedikit agak lama mereka akhirnya menyusuri titik terang dan semakin terang dan benderang, ternyata mereka kini melewati gunung salju yang tengah badai. Tempat terlampau sejuk itu seperti hampa tidak ada apa pun selain rasa dingin yang menusuk tulang.

Dingin sekali sampai menggigil, Lim dan Martin tidak berani melirik satu sama lain, mereka terus bergandegan tangan saling menguatkan hingga Furen berjalan membawa mereka kembali ke tempat remang dan sampai lah ke tempat hitam kembali. Di sana kembali mereka sulit untuk bernafas dan akhirnya sampai lah mereka di tempat lain.

Kaki Lim dan Martin menginjak pasir yang digenangi oleh air sejuk. Mereka menggigil dan sempat beberapa kali kesulitan untuk bertahan memegang baju Furen. Hingga mereka melepaskan gandengannya untuk kedua tangan agar bisa memegang baju Furen dengan kesulitan bernafas.

Maka sampai lah mereka ke sebuah tempat gelap lagi dan disusul hitam pekat yang mencekik paru-paru mereka. Di sana agak lama akhirnya ada angin berhembus namun masih gelap.

Maka sampai lah mereka di depan sebuah penjara besar. Di balik penjara itu ada sosok raksasa mengerikan. Darah mengucur dari taring-taring tajam mahluk itu. Lim dan Martin tidak berani melirik mahluk itu, mereka tetap melihat belakang kepala Furen.

Martin kembali menggandeng Lim. Mereka tau selama mereka menyentuh baju Furen mereka akan aman. Seolah mahluk itu hanya akan melihat Furen.

Furen membuka gerbang penjara raksasa itu dan berjalan memasuki penjara itu, seketika besi jeruji penjara itu terbanting dasyat.

"Krang!"

Furen kembali berjalan ke tempat gelap dan baunya busuk sekali, sangat anyir. Lim dan Martin sampai pusing menahannya. Namun tiba-tiba tangan Furen menyentuh tangan Martin dan Lim degan melingkarkan lengannya ke belakang karena tahu bahwa kedua temannya itu sudah tidak sanggup.

"Tetap di belakangku!" Bisik Furen.

Lim dan Martin mengangguk.

mereka melewati jasad-jasad bayi yang berserakan di mana-mana. Ada yang kepalanya putus, ada yang berurai ususnya dan lain-lain. Ada yang bayi ditusukkan ke tombak bahkan dirantai digantung. Lim mulai meneteskan air mata.

Sebab bagaimana pun juga pemandangan itu tetap terlihat dari arah depan Furen meski matanya tetap melihat kepala bagian belakang pemuda pirang bermata hijau dan biru itu.

Dan akhirnya terowongan penuh api dan darah juga alat-alat penyiksaan bayi itu terlewati, mereka menuju sebuah tempat aneh lain yang penuh dengan tikus busuk. Di depan mereka ada pintu kayu besar.

Furen melepas tangan Martin dan Lim, sementara kedua teman Furen itu tetap memegang baju Furen. Furen mendorong pintu itu dan membawa mereka keluar. Kini mereka ada di tengah keramaian kota Mecca.

"Kalian bebas!" Kata Furen santai.

Lim dan Martin akhirnya bisa saling melirik lalu pelan-pelan mengedarkan pandangan ke sekeliling mereka.

"Lepaskan aku.." Furen berkata ramah.

Lim dan Martin seolah trauma, mereka melepaskan baju Furen pelan-pelan dengan penuh keraguan.

Furen berbalik badan dan tersenyum hangat, ia melihat wajah dua temannya itu sudah sangat pucat seperti mayat.

Dengan masih tersenyum, dia merangkul bahu mereka.

"Yang aku heran, kau tadi berambut pirang sekarang kau berambut hitam dan kau memakai baju panjang seperti gaun ini..." Martin membenahi kaca matanya.

"Aku sekarang menjadi tuan di Arab. Kalian akan menyusul... Ayo kita ke toko pakaian, selamat datang di Arab..." Furen mengajak mereka berjalan.

"Perjalanan yang sangat menakutkan, Furen.." Bisik Lim.

"Yah, itu lah tempat kita kelak setelah mati..." Furen berbicara seolah itu bukan masalah.

Martin merinding begitu pula Lim.

Mereka pun berbelanja sesampainya di toko pakaian, Lim berbusana dengan tabir hijabnya dan Martin berbusana seperti Furen.

"Tutup kepala ini perlu kah?" Kata Martin yang sudah fitting.

"Itu keren di sini, sorban!" Jawab Furen.

"Aku terlihat lebih cantik" Lim mengaca dan masih heran dengan parasnya sendiri.

"Ya, selalu gunakan itu di sini!" Pesan Furen, Lim mengangguk pelan tanpa berkedip melihat dirinya sendiri yang menurutnya menjadi lebih feminin.

Setelah bergegas ke kasir dan membayar, mereka menuju tempat Furen memarkir mobilnya dan menuju rumah kediaman Aman.

Di sana Rhyno menyambut mereka bertiga dengan perasaan lega. Sementara Aman menyimak sambil menjamukan makanan dibantu para pelayan. Kini Aman di berikan rumah yang nyaman untuk ditinggali, raja Arab memberikannya perlakuan khusus.

"Rhyno!" Peluk Lim menangis.

"Saudaraku!" Revo memeluk Martin erat disusul Save, Ben dan Qio.

"Bro! Aku hampir tamat, bukan oleh orang Zyo S tapi akibat berjalan dengan Furen, astaga!" Martin menangis untuk pertama kalinya.

"Semengerikan itu kah berteleportasi?" Rhyno jadi penasaran, Martin hanya bisa mengangguk.

Ketika Rhyno memandang wajah Furen, pemuda sultan itu hanya terkekeh sambil membuang muka dan berjalan menuju Raick dan Traven.

"Salam... Semoga kalian selamat!" Adam menyambut.

"Ah.. salam..." Jawab Martin dan Lim membenarkan duduk mereka seperti yang lain.

"Mereka ini seangkat perjuangan dengan kami dan kami tinggalkan di Zyo S..." Jelas Rhyno.

Martin membenarkan kacamatanya, "saya Martin"

"Dan saya Lim" susul mata tajam yang kini berhijab.

"Saya Adam" ramah sang tuan rumah yang sudah hidup bersama remaja Zyo S selama sebulan untuk bersiap adu pedang dengan Eden yang hebat sambil menunggul Messiah muncul ketika bulan purnama esok.

"Jadi bagaimana sekarang kondisi di Zyo S?" Rhyno mempersilahkan Martin dan Lim untuk duduk dan minum apa yang di hadapan mereka.

"Kacau sekali... Kami berhasil menyadarkan pikiran alam bawah sadar penduduk Zyo S dan akhirnya mereka rata-rata memerangi pemerintah..." Jelas Martin setelah meneguk jamuan.

"Kini kami buronan sebab mereka sudah mengetahui wajah kami..." Lim pun lepas meneguk minumannya.

"Kalian tadi itu bersamaku sedang melewati dimensi waktu beku.." jelas Furen.

Yang lain menyimak penjelasan Furen karena pasti ada hubungannya dengan topik kali ini.

"Namun berjalan plot mundur, itu lah masa depan yang akan terjadi di sini, dimulai dari sekarang!" Furen serius.

Lim dan Martin terbelalak. Semua orang menyimak.

"Di Arab ini akan segera turun salju dan saat itu terjadi akan banyak penumbalan bayi untuk seekor mahluk mematikan yang punya kekuatan sihir dasyat untuk melawan ilmu putih yang ada di sini..." Furen menoleh kepada Aman.

Lim menutup mulutnya dengan tangan karena syok.

"Kalian harus tahu bahwa mahluk ini memakan jiwa anak-anak agar bisa memperoleh kekuatan jiwa yang luar biasa... Seolah bisa menghidupkan mayat dan membuat fatamorgana yang dasyat!" Jelas Furen dengan pandangan mata tajam.

"Dan aku ditunjuk untuk membunuhnya," sambung Adam, Furen mengangguk.

"Kita akan melawan orang-orang yang akan membawa pedang untuk memakan jantung kita karena itu kita berlatih pedang di sini selama sebulan sebelum menghadap Eden..." Furen memandang Martin dan Lim dengan tegas.

"Aku akan bantu kalian agar punya identitas baru di Arab, tunggu!" Ben mengambil laptop untuk menghubungi kru milik Cethoper Ali di Luksemburg agar mengganti identitas Martin dan Lim setelah mendengar penjelasan Furen. Furen mengangguk menyetujui langkah inisiatif Ben.

Mata Rhyno menerawang dia berusaha mencari titik cacat dalam langkah mereka supaya bisa mengantisipasi di masa depan.

"Aku merasa janggal tapi apa ya?" Gumam Rhyno.

"Bloom?" Furen menoleh kepada ketua timnya.

"Bloom" sambut Rhyno si ketua tim.

"Ya, Bloom seharusnya sekarang sedang sudah di hadapan Eden, dan membawanya ke anti christ!" Furen mengangkat kedua alisnya.

"Bukannya Eden itu si anti christ?" Helena heran.

"Bukan! Dia wadah yang akan dirasukinya..." Papar Furen singkat.

"Dan hanya Bloom yang tahu karena dia adalah tumbal yang harus dimakan si dajjal itu supaya kekuatan sihir the one eye sempurna seratus persen..." Furen memasang muka sangat serius.

Bab 16: Lim dan Martin Tertinggal di Huge Land

 "Apa yang kau kehendaki sekarang wahai hamba Tuhan?" Tanya Aman kepada Furen.

"Tidak ada," Furen tersenyum manis.

"Ah kau berubah lagi? Tahu kah kau bisa membunuhku jika kau iri kepadaku? Kau punya mata jahat.." ungkap Aman.

"Ya, ini mata Mars, membuat jantung manusia menjadi panas dan ini menimbulkan kekuatan api.." senyum Furen menyindir dirinya sendiri.

Sementara itu di lain tempat di Huge Land, Lim dan Martin kini tinggal di apartemen milih Save di sebuah district yang agak aman dari pengawasan aparat militer dan kepolisian, mereka sedang duduk di sofa depan TV sambil memakan camilan.

"Sekarang vaksinasi sudah akan melewati daerah ini jadi besok kita akan pindah ke rumah Revo, karena di tempatnya sudah menerima vaksinasi... Sementara itu aku punya rencana," Martin mengambil laptop-nya setelah menonton berita data vaksinasi.

"Apa itu?" Lim.

"Tergantung kepadamu, apa kemampuan supernatural-mu?" Jawab Martin.

"Telepati?" Lim.

"Bisa kah kamu meningkatkan bakatmu dan mengolahnya menjadi teknik lain?" Martin.

"Maksudmu?" Lim mengernyit.

"Kita akan meretas semua stasiun TV setelah semua vaksinasi di Huge Land merata... Dan meretas ulang gelombang otak penduduk Huge Land," gagas Martin.

"Caranya?" Lim tertarik.

"Lim, kau bisa mentelepatikan memori kebenaran kepada seluruh warga Huge Land setelah kesadaran alam bawah sadar mereka terkena vaksin karena otakmu level minerval, seharusnya bisa." Cetus Martin.

"Ingat kata Furen kepadamu sebelum dia meninggalkan kita ke Mesva saat kita di laboratorium Ben?" Martin.

"Katanya aku tidak perlu ikut karena kemampuanku memanggil iblis tidak bisa dipakai bertarung melawan elite, itu hanya memanggil iblis..." Lim menggosok dagunya.

"Kamu tahu kenapa kita disuruh pulang ke kota dan mereka pergi ke daratan bebas?" Martin terlihat yakin.

"Kenapa?" Lim penasaran.

"Karena Rhyno berpesan kepadaku bahwa kita bisa membuat semua memberontak dengan menggunakan kekuatanmu, iti bertolak belakang dengan ucapan Furen." Martin membiarkan Lim berpikir.

"... Lalu apa yang harus aku lakukan?" Lim meletakkan makanannya ke meja dan duduk bersilang kaki di atas sofa menghadap Martin.

"Setiap dari kalian adalah Konsilia Konsilian, artinya ada kekuatan iblis yang terpendam di DNA kalian yang bisa digunakan untuk berupaya mengusai dunia dan itu harus kamu bangkitkan, hasratmu untuk ingin menguasai kesadaran manusia. Kamu salah satu pribadi yang kemungkinan besar mengendalikan komputer tuhan, artinya tanpa komputer tuhan kamu bisa menghubungi semua umat manusia setelah vaksinasi itu sebab vaksin itu adalah cairan penghubung kesadaran manusia ke komputer tuhan, kita akan meretas kendali komputer tuhan..." Martin berpikir cepat.

"Caranya?" Lim.

"Kita akan membuat semua orang di Huge Land melihatmu, setelah mereka melihat matamu dalam siaran langsung di TV yang ada di seluruh kota, kita beri perintah mereka untuk sadar dan membangkitkan jiwa ingin bebas mereka.." Martin memegang kedua bahu Lim.

"Tapi dampaknya kita tidak tahu dan pemerintah akan segera memburu keberadaan kita," Lim berdebar-debar.

"Aku pernah mendengar kisah dari ibuku sebelum tidur, apa kamu pernah mendengar cerita anak yang mencuri uang ibunya untuk membeli camilan?" Martin melepaskan bahu Lim.

Lim menggeleng kepala.

"Sang ibu mencari-cari uangnya dan dimana pun anak menyembunyikannya pasti dia akan bisa menemukannya namun suatu malam anak itu menyimpan uang di bawah bantal ibunya dan ibunya tidak mengetahuinya, setiap hari anak itu menambah jumlah uang yang dia curi dan ibunya tidak pernah menemukannya," Martin mencerahkan.

"Bahkan jika saja uang itu ketemu pasti ibu itu tidak akan menghukum anaknya sebab uang itu ada di bantal ibunya sendiri, itu lah... Kita akan bersembunyi di kantor departemen kepemerintahan dan menjalankan misi ini dengan menyamar sebagai aparat.." gagas Martin.

"Baik..." Mata Lim yakin meski ini hal yang baru saja dia alami tapi dia tidak punya pilihan, dia meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia lahir memang sudah digariskan menjalani peran ini.

Ternyata Martin mempelajari banyak hal setelah Rhyno dkk meninggalkan Huge Land, dia merencanakan segala hal serapi mungkin, Martin mengoperasikan laptopnya semalaman sementara Lim tidak meninggalkannya duduk di sofa dan sibuk mengganti-ganti channel. Dia berhenti di sebuah program.

Di TV itu dia menyaksikan video lama Aesther mempromosikan agenda Eternal Grey Egg.

"Bukannya artis ini sudah mati ya?" Lim memegang lengan kanan Martin.

Martin menoleh ke TV dan membetulkan kaca matanya, "itu kan ibunya Save dan Savy?" Terperangah.

"Betul kah? Kenapa ditayangkan lagi di TV?" Lim tercengang.

"Eternal Grey Egg adalah masa depan kita, kecerdasan sempurna, semua umat manusia akan dilahirkan cerdas dan sukses... Senantiasa tertib dan segala urusan akan lancar, tidak ada kezaliman dan keadilan akan ditegakkan..." Senyum Aesther di TV.

Lim melihat paras cantik tanpa cacat milik Aesther begitu menawan sedang menyiarkan sugesti.

"Ini seperti hidup di surga, negara ideal dan bermartabat di dunia, kebanggaan hidup di Huge Land, cinta tanah air Zyo S." Suara Aesther yang khas terdengar begitu renyah di telinga.

"Martin..." Panggil Lim pelan.

"Ada apa?" Martin tetap mengoperasikan laptop-nya.

"Aku merasa dia ini sedang mengirimkan telepati, dia ini punya kemampuan bertelepati yang luar biasa... Karena dia lah orang terakhir yang bisa mempengaruhi pikiran orang, karena itu lah mungkin acaranya disiarkan lagi, tapi ini sudah pukul tiga pagi... Siapa yang menonton?" Lim melihat jam tangannya.

"Itu bukan dipertontonkan tapi diperdengarkan... TV di gedung mall-mall kota tidak off, speaker-speaker ada di mana pun terutama di rumah sakit," Martin masih fokus dengan operasi system.

"Berarti di radio juga ada..." Lim bangkit cepat ke sebuah meja kecil di sudut ruangan dan meraih radio kecil, dia menyalakannya. Dan terdengar bunyi sama dengan di TV.

"Kau benar." Lim mematikan radio.

"Mereka sedang meretas alam bawah sadar manusia ketika masyarakat tidur Lim!" Martin menekan tombol enter.

"Makanya di putar di jam segini ya..." Lim mematikan TV dengan remot.

"Ayo kita ke rumah Revo sekarang, pasti para aparat sedang tidur karena siaran sugesti. Kita ini tidak tidur karena sudah terkena angin di laboratorium Ben, kesadaran kita di atas level orang Huge Land sekarang." Martin beranjak dari sofa dan bergegas dengan membereskan barangnya.

Lim mengikuti Martin, dia membawa sling bag kecilnya dan mengekori Martin keluar apartemen menuju mobil milik Save. Martin mengemudi dengan cepat melintasi jalanan kota yang senyap.

Gelap malam itu terasa sangat sunyi di tengah suara Aesther yang bergema di mana-mana. Sepi sekali bahkan pos-pos penjagaan terasa tanpa penghuni.

Mereka melesat menuju tempat kediaman Revo, di sana sudah pasti ada ibunya Revo.

"Di rumah Revo aku akan menjalankan operasi peretasan komputer pemerintah untuk memasukan identitas palsu kita sebgai anggota aparat, jadi selama itu kita harus mengikuti tindak tanduk ibu Revo agar dia tidak curiga," Martin menjelaskan siasat dan Lim mengangguk.

Setibanya mereka di rumah Revo pukul delapan pagi, ibu Revo menyambut dengan pandanga kosong namun tetap ramah. Martin dan Lim mengikuti gelagat ibunya Revo berpura-pura sedikit melamun.

"Kami ke sini diajak Revo menginap tapi Revo akan pulang malam jadi kami disuruh menunggu di kamarnya." Singkat Martin setelah disambut ibu Revo di depan pintu.

"Baik, silahkan masuk.. aku sedang memasak sarapan, kalian bisa makan bersamaku" jawab ibu Revo mempersilahkan.

Martin dan Lim mengangguk lalu memasuki rumah dan langsung menuju kamar Revo di latai dua dengan berpura-pura linglung.

Setibanya di dalam kamar Revo, Martin menghela nafas lega sambil menutup pintu diikuti Lim.

"Kau lihat? Pengaruh kerusakan mentalnya sangat kuat akibat divaksin" Martin menggeleng kepala sambil meletakkan laptop ke lantai dan duduk mengoperasikannya.

Lim berkeliling ke di kamar Revo melihat-lihat perabotan di kamar Revo. Penuh dengan miniatur replika mahal dan buku-buku tatanan hukum negara.

"Revo itu ternyata mau jadi aparat ya?" Lim mengambil sebuah buku dan membaca judulnya dalam hati.

"Iya, aku, Ben, Qio, Save dan Revo bisa jadi satu geng karena kami ini ingin bekerja mengabdi negara sebagai aparat namun ada tujuan motif lain... Biasa lah, anak badung..." Martin sibuk dengan aplikasinya di laptop.

Mereka kemudian dipanggil dari bawah oleh ibu Revo untuk menyantap sarapan, kemudian setelah selesai mereka kembali ke kamar. Lim bermeditasi menenangkan jiwa dan mencari inspirasi ide agar bisa mendukung rencana Martin sementara Martin berjuang dengan perangkatnya yang tercolok charger.

Singkat kata setelah mengoperasikan system selama sepuluh jam, akhirnya identitasi Lim sebagai Dacota Pier dan Martin sebagai Murphy Phounds berhasil dibuat sebagai anggota aparat keamanan ruang dalam gedung pemerintah.

"Ini sangat melelahkan... Aku sudah harus tidur sekarang..." Martin menutup perangkatnya dan berdiri menuju kasur Revo.

Lim yang berdiri di jendela memandang kota yang penuh dihiasi lampu malam berputas badan dan menuju Martin, dia membaringkan diri di kasur memeluk pemuda yang telah melepas kaca matanya itu.

"Kau?" Lirih Martin terkejut.

"Kau membuatku merasa jatuh cinta kepadamu selama kita menghabiskan waktu bersama dalam petualangan ini," katanya sambil memasang wajah datar, mata yang tajam misterius. Lim memang jarang tersenyum namun terlihat sangat classy.

"..." Martin merangkul Lim dengan tetap berbaring menghadap plafon, lalu menutup mata tanpa menjawab apa-apa.

Lim membuka kancing kemeja Martin yang paling atas sambil mendesahkan nafas lembut. Namun Martin menghentikannya dengan sebuah pelukan erat, dia memiringkan badannya dan merengkuh seluruh bahu gadis itu.

"Jika kau hamil kau tidak akan bisa berlari di gorong-gorong dan melompati atap gedung..." Singkat Martin.

"Apa kah aku jelek dan tidak menarik?" Lim meletakkan bibirnya ke leher Martin dan mengecupnya lembut.

Bisa dirasakan oleh kulit bibir Lim saat Martin menelan ludah, ada yang menggelontor dari leher Martin.

"Percaya lah aku juga mencintaimu saat ini," dekap Martin.

"Nikahi aku nanti," Lim tersenyum merasa aman, Martin menjawab dengan anggukan pelan lalu terjatuh dalam pulas.

"Aku tidak pernah merasakan sehangat ini di dadaku..." Lim menggigit bibirnya dan menahan diri sebab Martin sudah melepas kesadarannya.

Lim menutup mata dan mencoba untuk jatuh dalam mimpi.

Malam itu terasa sangat panjang bagi Lim yang gelisah namun pagi tetap harus menjelang. Martin dan Lim meninggalkan rumah Revo menuju kantor pemerintah setempat.

Mereka berjumpa dengan aparat yang menjaga pintu gerbang kantor pusat pemerintah setempat.

Seorang aparat berseragam lengkap menghentikan langkah mereka, "siapa kalian?" Katanya.

"Kami tidak memakai seragam sebab kami bertugas di protokol elite komando sebagai mata-mata, ini nomor identitas operasional kami kosong tujuh delapan satu satu kosong satu sembilan." Jawab Martin tegas.

"Tujuh kosong satu satu satu lima tujuh sembilan," sahut Lim.

Petugas itu pergi ke pos pangkalan penjagaan dan menghimbau rekan unitnya untuk mengecek ke komputer data nomor tadi dan ditemukan semua lengkap identitas atas nama Dacota Pier dan Murphy Pounds.

"Baik lah silahkan masuk!" Sapa petugas itu dari pos penjagaan sambil menghormat mempersilahkan.

"Baik."

"Baik."

Martin melajukan mobil Save ke parkiran dan memasuki kantor pemerintah dengan percaya diri sambil membawa tas ransel dan tas berisi peralatannya.

"Kita menuju ruangan bebas CCTV dan mengendap mencari tempat aman sampai malam tiba." Bisik Martin sambil berjalan, Lim mengangguk.

Akhirnya mereka menemukan ruangan pipa air di bawah tanah kantor pemerintah itu. Lim mengeluarkan alas dari ransel dan bekal makanan yang cukup untuk stay di sana. Sementara Martin mengeluarkan laptopnya.

"Kita bisa sampai sejauh ini justru karena semua orang yang bekerja di sini juga sudah linglung. Sampai sini terkesan sangat mudah dan mulus tapi reaksi klimaksnya adalah setelah siaran nanti dini hari, jam tiga malam. Apa kau siap?" Jelas Martin sambil menyalakan laptop-nya, Lim mengangguk mantap.

Singkat cerita akhirnya pukul tiga dini hari itu tiba, Martin mengeluarkan stick standing untuk kameranya dan menyiapkan template latar belakang. Lim duduk di depan kamera sambil menstabilkan mental.

Martin mulai memasuki system channel siaran langsung di seluruh Zyo S.

Di lain tempat, di seluruh kota pukul tiga dini hari itu, siaran Aesther kembali diputar. Namun tiba-tiba berubah penampakan. Wajah Lim dengan masker menutupi hidung dan masker, menghidangkan tatapan mata Lim yang khas tajam dan dingin namun lembut.

"Kita adalah manusia sempurna,

Diciptakan dengan daya kesadaran tinggi,

Kita bisa merubah semua tempat berbahaya menjadi tempat jajahan kita.

Kita harus sadar dan melawan siapa pun yang ingin mengendalikan kita.

Kita lahir bukan untuk menjadi bawahan Zyo S tapi menyempurnakan Zyo S dengan aturan dunia yang semestinya.

Kita harus lepas dari semua pengaruh egosentris Zyo S karena itu melambat perkembangan Zyo S.

Kesetaraan kita adalah sebagai manusia merdeka dan bebas berkeinginan.

Kita harus melawan perbudakan kesadaran manusia dan melawan penjajahan mental manusia.

Kita bukan binatang.

Kita harus menjadi manusia berpemikiran bebas sesuai kemauan kita, karena kita lahir bukan untuk di bawah orang lain. Kita adalah para pemimpin sebenarnya di Zyo S." Kata Lim tegas tapi lembut sambil mengirimkan telepati ke dalam gelombang suaranya.

"Zyo S adalah musuh manusia

Zyo S adalah musuh manusia

Zyo S adalah musuh manusia" ulang-ulang Lim.

Martin sempat tercengang dengan tindakan Lim namun cepat-cepat dia memutuskan server.

Seluruh saluran TV yang tadi menyiarkan Aesther kini semua mati dan tidak ada tayangan lain selain tulisan 'Anti Zyo S'

Lim menghela nafas dalam setelah melihat kode dari Martin bahwa semuanya telah selesai.

"Sekarang apa yang akan kita lakukan?" Lim sedikit panik.

"Putus koneksi telepatimu dari petinggi-petinggi Zyo S agar keberadaan kita tidak bisa ditemukan mereka. Kita akan menetap di sini selama mereka mencari keberadaan kita," jelas Martin, Lim mengangguk.

"Kita lihat dulu apa yang akan terjadi di luar sana setelah siaran tadi..." Martin membenarkan kaca matanya.

Pagi akhirnya datang lagi...

Pukul tujuh pagi...

Di rumah Revo, ibu rumah tangga  bernama Shakira itu membuka matanya seolah dia lahir kembali. Dia melamun sedikit tentang mimpi yang dia alami barusan. "Kenapa aku bodoh menerima untuk tinggal di tempat ini.

Dia bangkit dari tidurnya dan menyibakan gorden jendela kamarnya. Betapa herannya dia melihat pemandangan jalan sangat ramai dihuni lautan manusia demo unjuk rasa.

"Anti Zyo S! Pemerintah penipu!" Sorak sorai warga sambil meninggi-ninggikan posternya masing-masing.

Beberapa jet militer melintas dan suara sirine aparat bersahut-sahutan. Jalanan penuh asap dan ternyata cahaya mentari malam ini bersembunyi tidak sesuai harapan Shakira yang ingin bangun pagi dengan tenang.

"Tempat ini sebentar lagi akan jadi lahan pembantaian dan kelumpuhan system" mata Shakira menerawang keramaian.

"Revo, dimana kamu nak?" Gumam ibu itu sambil menutup mulutnya.

Bab 22: Tidak Banyak Bicara

 Rhyno akhirnya merenung setelah perkumpulan di kediaman Aman selesai. Semua pemuda Zyo S akhirnya berkumpul untuk merundingkan rencana. Mer...