Wednesday, February 12, 2025

Bab 15: DNA Purple-lined Starseed VS DNA Putih

 Para pemuda Zyo S dan Adam kini sudah kembali di kediaman Adam dan duduk santai di ruang utama.

"Dulu pendiri Zyo S itu terpecah belah menjadi dua belas klan dan hanya ada satu klan yang benar-benar bertahan pegangan penuh kepada ajaran yang asli dan pindah ke selatan menuju ke sini untuk menanti messiah datang," papar Adam setelah mereka berbincang-bincang ringan.

"Klan apa itu?" Robert menggosok dagu.

Gia dan Helena datang membawa teh yang dimasak oleh Savy dari dapur.

"Levi," jelas Adam.

"Apa mereka bisa membantu kita?" Rhyno ambisius.

"Mereka tahu petunjuk-petunjuk tentang messiah dan mereka lebih aman untuk kalian dekati sebab kalian keturunan pendiri Zyo S, artinya masih satu rumpun dengan klan Levi meski pun tidak satu marga," papar Adam.

"Baik lah, apakah kamu mengenal satu saja dari mereka?" Tanya Traven.

"Ada, namanya Yehezkiel" jawab Adam.

"Tolong bawa kami ke mereka!" Ambisius Rhyno dengan berkata pelan.

"Baik lah.." Adam mengangguk kepada wanita bermata biru itu.

Malam itu pun berjalan singkat karena mereka tidur lebih awal. Bulan purnama bersinar begitu terang membawa hawa sejuk merasuki angin malam dan mengiringi setiap orang yang terlelap dengan alunan suara malam yang syahdu.

Kemasyghulan itu berakhir setelah mentari menerangi awan pagi. Mereka menuju rumah Yehezkiel yang ternyata bukan di Mecca tapi di Medina. Berkat identitas baru mereka bisa melintasi pintu gerbang kota.

Sesampainya di wilayah Medina mereka mencari rumah Yehezkiel secara pelan-pelan dan akhirnya menemukannya, rumah Yehezkiel besar di depannya terdapat dua patung raksasa menjaga pintu namun kepala mereka terpenggal. Itu bukan lah patung baru namun berasal dari jaman dulu ketika klan mereka memenggal patung berhala klan pendiri Zyo S.

Setelah mengetuk pintu dan diterima Yehezkiel dengan baik, mereka masuk ke rumahnya dan kini mengobrol santai di kebun yang ada di belakang rumah yang berkurung dindin mengitar.

"Aku dengar sekarang Mecca sedang dikawal militer, bagaimana kabarmu teman?" Yehezkiel mulai berbicara sedikit serius setelah berkenalan dengan teman-teman Yehezkiel yang baru dari Adam.

"Itu kutakutkan karena banyak orang Zyo S yang melarikan diri," kata Adam.

"Apa kau bercanda? Apa kau belum mendengar?" Yehezkiel memelankan suara.

Semua orang menyimak. Adam menggeleng pelan.

"Putera mahkota sekarang ini sedang memperebutkan harta Mecca dengan para saudaranya," Yehezkiel.

"Hah?" Furen tercengang jika hal itu bisa terjadi di sebuah kota yang disucikan.

"Ya, empat putera raja kerajaan sekarang sedang memperebutkan dan mereka memberikan satu lahan kota kepada orang Zyo S, untuk menampung orang Zyo S karena mereka tau hidup di Zyo S tidak memenuhi standart kesehatan dunia." Tegas Yehezkiel.

"Kau memang benar, di Zyo S itu sebenarnya tidak pernah ada rasa aman dan nyaman meski pun peradaban tempat ini jauh sekali di bawah level gaya hidup warga Zyo S," pikir Save.

"Benar kah? Coba kalian lihat nanti kota Nu-An yang diperuntukkan kepada orang Zyo S itu..." Ungkap Yehezkiel.

Rhyno merinding.

"Kota itu dibangun diatas pembantaian. Aku bahkan tidak habis pikir jika seorang penguasa wilayah kemarin membabi buta demi mewujudkan projek kota ini sampai rela mengorbankan warganya sendiri kemudian setelah tempat itu terwujud justru diperuntukkan kepada orang asing, aku memang bukan warga asli negara ini namun aku tidak bisa menelan makananku dengan lega jika rumah tempatku tinggal dulunya adalah hasil rampasan paksa dari penduduk asli setempat tapi itulah sifat alami manusia yang sebenarnya, hanya memandang keuntungan bagi dirinya sendiri dan melupakan arti  identitas apa itu keluarga." Sindir Yehezkiel kepada klan Adam, membuat Adam tertunduk.

"Sebenarnya apakah kota ini ada sambungannya dengan alasan messiah yang muncul di Arab untuk menegakkan keadilan di arab?" Rhyno mengernyitkan jidatnya.

"Ini sangat mempengaruhi dunia, jika ada warga Zyo S yang tinggal di sini, sebab sekarang negara ini menjadi pengaman di dunia ini setelah terjadinya pandemi," jelas Yehezkiel berusaha menyusun kalimat yang tepat agar mudah dicerna.

"Kau benar, setelah pandemi ini pamanku Cethoper Ali pindah dari Kazakstan ke Luksemburg, ini misteri besar kenapa dia pindah dari Kazakstan ke Luksemburg dan setelah kuteliti sebab negara Luksemburg sekarang masuk ke kelompok negara pengaman dunia juga... Dia lebih bebas di sana untuk bergerak sesuka hati tanpa mengikuti sistem protokol agenda pandemi dunia yang diadakan klan Lux Minerval," papar Furen.

"Kau pikir pandemi ini sudah lama terjadi? Tidak, ini terjadi semenjak beberapa bulan lalu, pandemi ini sempat sudah aman beberapa tahun terakhir namun kemudian diberitakan kembali di dunia agar melakukan lockdown lagi itu lah yang menjadikan beberapa negara kaya jadi punya ego dan kekuatan dibandingkan negara  yang kelas peringkat ekonominya rendah, mereka yang lemah tidak bisa memberontak agenda. Warga negara kaya tidak banyak yang meninggal karena pandemi sebab lolos dari agenda harus terdaftar berstatus meninggal dalam keadaan terinveksi virus meski pun sakit biasa. Karena negara kaya tidak akan kalah dengan memutuskan membeli vaksin produk Alice," tukas Yehezkiel.

"Jadi negara lemah akan membeli vaksin Alice? Untuk apa?" Rhyno penasaran.

"Jika tidak mau membeli vaksin Alice mereka diancam akan dibom gempa bumi dan tsunami dan pembelian vaksin itu harus menghutang ke bank Alice jika alasannya tidak punya uang kas negara," Yehezkiel.

"Tunggu dulu kenapa ada pemerasan?" Raick berkerut jidat.

"Karena negara lemah tidak punya teknologi militer kuat basis geoengineering dan biokimia, minimal.seharusnya mereka punya kekuatan keuangan unggul di dunia tapi mustahil karena mereka belum lepas jerat dari rantai hutang ke bank Alice," jelas Yehezkiel.

"Baik lah aku megerti, penindasan akan tetap ada di bumi ini kepada siapa pun yang lemah dan bodoh," Save mengangguk kepada dirinya sendiri.

Savy duduk di samping Save dengan pandangan kosong.

"Mata uang kami Paz Efron, berapa dinar?" Tanya Gia ke Furen.

"Um? Iya... Sama... Harganya sama sebab Paz Efron itu juga emas, mata uang Arab sekarang juga emas..." Gagas Furen.

"Apakah seluruh dunia sekarang memakai emas?" Gia bertanya kepada Adam yang menjawabnya dengan gelengan.

"Jadi mereka memakai apa?" Robert heran.

"Itu lah, mereka memakai bank bill  yang asalnya dari suku bunga bank, jadi bisa mengalami inflasi dan deflasi, hahaha" kekeh Yehezkiel yang disambut prihatin Adam.

"Hah? Bill bank?" Traven dan Qio berpandangan.

"Tidak ada emasnya, itu hanya bill cash yang dicetak berdasarkan suku bunga yang dikelola bank pusat dunia yaitu bank Alice sekarang ini." Adam memperjelas.

"Astaga!" Furen menepuk jidat tak habis pikir.

"Jadi sekarang aku paham, aku pindah ke Zyo S saat masih sangat muda dan tak tahu apa-apa... Sekarang ketika kembali ke daratan bebas rasanya seperti... Mataku sangat terbuka betapa tertinggalnya pemikiran orang daratan bebas di bawah tangan elite Zyo S ini..." Rhyno menghembuskan nafas iba.

"Kabur dari Zyo S tidak menjadikan kita sukses jika tinggal di tempat selain Arab karena negara lain memakai Bill Cash sebagai mata uang makanya negara ini masuk ke negara pengaman, semetara Luksemburg mungkin memakai Bill Cash tapi mereka selalu bisa stabil sebab negara itu adalah negara bank paling produktif di dunia," gagas Furen.

"Tapi kalian jangan salah sangka tidak semua negara di bawah Arab itu bisa dikuasai Alice, masih ada banyak  negara menyeramkan, mereka memiliki penduduk ber-power null light sehingga bisa menyelamatkan wilayah mereka dari ancaman bom bencana alam dari Alice... Mereka bisa menenangkan gempa bumi, tsunami, badai dan bahkan pandemi... Mereka negara yang memiliki budaya akasha terbaik... Seperti Mesir, India, Indonesia, Jepang, Cina... Mereka punya akashic record mumpuni..." Jelas Yehezkiel.

"Apa itu?" Furen mulai tertarik.

"Keturunan manusia avatara yang bisa mengendalikan elemen material air, tanah, angin dan api sampai sekarang masih ada dan itu nyata, manusia setengah dewa yang memang harus ada di bumi ini sebab di bumi ini ada manusia serakah bertingkah seolah mereka tuhan itu lah mereka saling melawan," Yehezkiel melirik Adam yang menduga bahwa ia pasti akan menolak opini ini.

"Apa? Di keyakinanku itu termasuk rahmat Tuhan untuk hamba-Nya yang beriman dan mereka memang ada... Banyak orang beriman ke Tuhan dengan berbagai jalan dan akan pulang ke Tuhan yang sama sebab Tuhan hanya ada satu dan singgasana-Nya meliputi semesta alam ini... Aku ortodok namun tidak membatah keimanan orang lain, bahwa memang keselamatan akan diberikan kepada orang yang konsisten di jalan Tuhan semampu orang itu sanggup berusaha tanpa putus asa..." damai Adam.

"Jadi begini lah kondisi dunia sekarang di luar Zyo S," lengkap Gia, Helena mengangguk paham.

"Nah, kami kemarin bertemu Eden dan memintanya menghentikan vaksinasi di Zyo S karena itu bisa membunuh orang-orang di Zyo S, kami membela orang banyak karena kami sadar bahwa mereka itu dicemplungkan ke negara itu hanya untuk berkontribusi menciptakan teknologi dan membangun kekayaan pemerintah meski pun mereka digelari pelopor berdirinya Zyo S," gagas Rhyno.

"Lalu apa katanya?" Yehezkiel penasaran.

"Kami disuruh membawa messiah kepadanya sebab kami tidak berhak meminta apa pun kepadanya karena kami ini seketurunan dengannya," keluh Rhyno.

"Oh jadi kalian ini lah kaum berbendera hitam yang diramalkan di legenda bahwa mereka akan datang saling berperang dengan kelompok mereka sendiri sebagai tanda semakin dekatnya messiah akan muncul di Mecca," Yehezkiel menyilangkan tangannya di depan dada sambil mengangguk-angguk disusul Adam.

"Bagus, semuanya pemuda dan pemudi sesuai ramalan memang." Yehezkiel menggeleng kepala.

"Aku katakan kepada kalian, dia akan benar-benar datang untuk ibadah hari jum'at di pusat Mecca dan sementara itu di hari yang sama di istana sedang ada agenda pembunuhan antar putera mahkota memperebutkan aset di Mecca, jadi kalian harus menunggunya di pusat Mecca setiap jumat," tunjuk Yehezkiel.

"Orang itu berambut ikal di atas bahu dan namanya bermarga dari keluarga suci panutan bangsa ini, itu ciri-ciri dalam ramalan legenda itu tapi sebenarnya ini bukan ramalan... Melainkan tulisan risalah dunia yang diberitakan sejak dulu agar tidak ada yang tersesat dalam kepalsuan... Sebab ketika jaman bertambah akan muncul penipu paling unggul di dunia ini yang disebut anti christ... anti kejujuran.. pemalsu berita dunia alias dajjal ... Dan dia adalah pemilik perusahaan Alice itu yang nyata terlihat sebagai salah satu contohnya..." Adam menerangkan.

"Jangan jauh, penguasa negara ini juga termasuk pemalsu, sebab mereka membakar buku-buku karya ilmiah yang ditemukan bangsa keturunanmu..." Bisik Yehezkiel ke Adam tanpa menutupi mulutnya.

"Aku tidak bisa berkata-kata tapi itu betul," Adam menerima dengan lapang hati.

"Jadi kita harus kembali ke Mecca dan mengamati? Lalu kenapa kami harus datang kepadamu, sebagai keturunan klan Levi seharusnya ada yang bisa kamu sampaikan kepada kami yang tidak dimiliki dari orang lain," tegas Rhyno.

"Ada... Aku katakan kepadamu, bahwa selama berabad-abad ini klan Lux Minerval mengumpulkan anak-anak albino bergolongan darah AB resus negatif untuk ditumbalkan di bawah menara dan mengaraknya dengan upacara saturnus di bawah gerhana matahari dan meminum darahnya sebab mereka itu sudah bersih atau terputihkan DNA ungu-nya. Jadi kalian harus mengembalikan DNA ungu klan Lux Minerval supaya mereka tidak bisa berkuasa lagi dan terputus dari kutukan LV." Jelas Yehezkiel.

"Apa itu? Kutukan LV?" Picing Rhyno.

"LV itu kutukan Lux Leveler, mereka dikutuk Tuhan supaya cahaya hati mereka terbungkus dan tidak bisa melihat eksistensi Tuhan di dunia ini sehingga mereka mencari-cari dimana surga itu dan akhirnya membuat surga sendiri. Kutukan ini diberikan karena mereka mengikuti mahluk putus asa, iblis. Jadi rantai kutukan itu tertular dari iblis yang ditugaskan meghuni neraka." Jelas Yehezkiel.

"Lantas apa itu DNA ungu?"

"DNA ungu adalah DNA yang berasal dari manusia pertama yang diciptakan Tuhan dan DNA itu bisa menjadi DNA mutan yang menjadikan manusia seliar setan. DNA ungu ini akan memutih dan jika memutih maka manusia tidak akan punya sifat manusiawi lagi. Sementara para albino golongan darah AB resus negatif  adalah manusia alami lahir akibat paparan radiasi sekitar dan lahir secara normal, alami... Tanpa pemutihan DNA ungu lewat proses satanisasi sehingga darah mereka diminum." Jelas Yehezkiel.

"Supaya mereka bisa memutihkan DNA ungu milik mereka lebih cepat dan efisien juga bisa selekasnya menggunakan kekuatan iblis untuk mengatur dunia," Traven menyimpulkan.

"Benar, dan sekarang DNA ungu manusia normal itu beragam, ada yang sudah menjadi merah bahkan hitam  karena penuh nafsu duniawi. DNA ungu ini memicu manusia memiliki kemampuan avatara dan menguasai ilmu akasha sebab manusia pertama memang sekuat itu makanya manusia adalah mahluk yang distatuskan sebagai pemimpin seluruh mahluk hidup di bumi dan langit menurut Tuhan." Jelas Yehezkiel.

"Menjadi manusia sejati itu lah ajaran keyakinanku, memelihara jati diri, menemukan jati diri, menjadi manusia sejati yang benar-benar seharusnya becus melindungi keseimbangan kehidupan alam semesta dengan menjadi pribadi baik dan berbuat kebajikan kepada sekitar, berhati lembut dan sadar sepenuhnya agar senantiasa di jalan yang seharusnya." Adam membuka suara agar teman-temannya yang keturunan Lux Minerval meresapi fakta.

"Manusia bisa dikatakan merupakan bintang sebab bersinar dengan dirinya sendiri ketika dulu masih di surga dan turun ke bumi sebagai starseed untuk menyemai bumi namun manusia disesatkan iblis karena Tuhan ingin memulai permainan-Nya. Menurut iblis, Tuhan itu tidak memiliki apa pun di dunia ini agar bisa membahagiakan-Nya karena Dia sudah punya segalanya. Karena itu Tuhan menurunkan semuanya untuk Dia bagi-bagikan ke ciptaan-Nya, Dia bisa tersenyum jika ciptaan-Nya merasa senang atas karunia-Nya dan dia bisa tertawa jika ciptaan-Nya mulai sadar tentang eksistensi-Nya setelah tersesat dan gagal. Ini lah yang dikatakan iblis kepada Lux Minerval sehingga semakin banyak pengikutnya. Tidak masalah  bagi mereka ikut bermain dalam dunia panggung kehidupan ini. Jadi mereka tidak merasa bersalah jika mematikan kemanusiaan mereka." Yehezkiel menerangkan.

"Iblis memang diperintahkan Tuhan menjadi hamba terkutuk tapi Dia tidak sedang bermain-main, ini murni menguji mahluk-Nya, dan neraka itu adalah tempat penyucian. Dosa itu berat, dalam fisika nilainya negatif dan mengendap sebab memiliki berat masa, semetara apa pun material positif akan mengambang ke langit sebab tidak memiliki berat masa, maka harus dibakar terlebih dulu agar menjadi ringan dan melambung ke langit, tempat terdekat dimana Dia duduk di atas kursi-Nya." Adam mempersilahkan teman-temannya yang atheis agar membandingkan keterangan darinya.

Para pemuda dan pemudi Zyo S itu berpandangan, "Tuhan hanyalah sosok yang mencintai kecerdasan-Nya sendiri dan selalu melakukan eksperimen, itu menurutku." Tukas Traven sambil menyilangkan tangan.

"Nah itu lebih masuk akal sebab dunia ini diciptakan dengan penuh perhitungan angka dan formula fisika yang tidak bisa dibantah." Gagas Adam.

"Hmh..." Yehezkiel menghela nafas.

"Maksudku iblis ini adalah teman bermain-mainnya Tuhan." Yehezkiel menggarisbawahi ucapannya.

"Aku paham maksudmu... Seperti aku sedang menulis buku dan ada kucing di mejaku memainkan penghapus pensilku sampai jatuh ke bawah meja dan hilang tapi aku masih punya penghapus pensil lain di rak..." Senyum Traven, Rhyno ter-uwu mendegarnya sampai membuat Qio melirik.

"Hahaha.." Furen terkekeh.

"Nah itu lah sisi lucunya..." Yehezkiel tersenyum disusul Adam.

Mereka kemudian berbicara ringan tentang rencana ke Mecca untuk mengamati kapan Messiah akan datang ke tengah Mecca hingga menginap di rumah Yehezkiel yang luas.

Yehezkiel adalah pemuda pengelola perusahaan minyak milik pemerintah sehingga tidak bisa menjamu mereka lama, para remaja itu kembali ke Mecca di rumah adam dan pada hari Jumat mereka ke pusat Mecca.

Ternyata di sana ada pengawalan sangat ketat dan penuh CCTV di segala sudut. Mereka kini di parkiran memikirkan cara untuk masuk.

"Pemerintah juga menunggu kedatangan messiah rupanya," Robert melirik sekitar.

Di sini wanita tidak bisa masuk bergerombol dengan pria maka kita pakai alasan masuk ke sana untuk menikah.

"Apa? Menikah?" Rhyno tercengang, pipinya merona.

"Ya! Menikah!" Adam.

"Me? Menikah?" Revo dan Gia memerah pipinya.

Semua orang menoleh kepada Gia dan Revo.

"Eh apa?" Gia menutup mulutnya.

"?!" Revo memucat.

"Nah! Gia kita nikahkan saja dengan Revo!" Rhyno nyengir.

"Eh?" Jantung Gia berdebar kencang.

"Hah?" Revo sampai memegangi dadanya sendiri saking groginya.

"Tidak masalah bukan, bukannya kau sangat mengidamkan Gia?" Senyum Save.

"..." Qio menepuk bahu Revo, wajah Revo merekah semrah tomat.

"Gia, Revo itu laki-laki baik... Dia sangat setia kawan!" Rhyno memegang kedua bahu Gia yang menjawab dengan anggukan malu.

"Kalian tidak menikah sekalian?" Traven memandang Qio dan Rhyno dalam.

"...." Rhyno tidak melepaskan matanya dari mata Traven yang trenyuh, Raick meletakkan tangannya ke bahu abangnya itu.

"Aku ingin menikahinya tapi bukan sekarang!" Senyum Qio.

"Kenapa?" Traven berkedip mata.

"Aku tidak bisa memastikan nyawaku apakah akan bisa bertahan sampai besok," Qio tersenyum tulus kepada Traven dan itu membuatnya tercengang.

Akhirnya Rhyno bisa menoleh kepada Qio, sambil menunduk.

"..." Traven membuang muka dan berjalan menyusul Adam sambil dirangkul Raick dan Robert.

"..." Furen berjalan di depan bersama Ben dan Adam.

Save menuntun adiknya yang linglung dibantu Helena.

Revo dan Gia berjalan canggung memasuki pusat Mecca.

Benar, ada interogasi yang mereka terima sebelum memasuki pusat Mecca dan Adam menjawab dengan luwes berikut tentang surat-surat nikah yang kenapa tidak dibawa.

Dengan alasan pernikahan ini mendadak karena kondisi negara yang tidak memungkinkan dan tidak bisa membuat mereka tidur di satu rumah jika tanpa status.

Maka dengan alasan itu mereka bisa masuk dan mengamati orang-orang dari teras pusat Mecca.

Mereka menuju lantai atas dan duduk dengan tenang, sampai seorang imam benar-benar menemui mereka dan menikahkan Gia dengan Revo disaksikan aparat keamanan disana yang kemudian meninggalkan mereka untuk melanjutkan ibadah di pusat Mecca.

Tepat saat ibadah tengah hari telah selesai, jutaan orang yang beribadah bangkit dari duduknya kecuali seorang pria, ia sedang bersujud khidmat di depan Kubus suci batu surga dalam pusat Mecca.

Serta merta aparat keamanan berusaha mendekatinya dan membentengi kubus suci.

Pria itu belum sadar bahwa di sekitarnya sudah sepi dari jutaan orang sebab dia dikelilingi aparat keamanan.

Semua orang yang terpinggirkan berdiri dan mengumandangkan puji-pujian suci. Sehingga membuat pria itu harus berdiri menghormati pujian itu sambil ikut melantunkan pujian itu namun ketika dia berdiri dan membuka matanya, betapa jernih pandangannya menyaksikan seorang imam pusat Mecca di hadapannya menjabat tangannya membacakan kalimat-kalimat suci dengan damai dan mengangkatnya menjadi seorang raja adil.

Para pemuda Zyo S terpana dengan kekhidmatan kejadian itu yang natural mengalir begitu saja. Seolah pria itu sudah siap, tanpa ada emosi apa pun terlukis di parasnya.

Dia justru melihati sekitarnya sampai berputar badan, mengangkat tangannya dan melantunkan puji-pujian suci seraya semua orang mengikutinya dengan penuh kerendah hatian, tanpa sadar para pemuda Zyo S meneteskan banyak air mata suci dari indra waskita mereka.

"Ya Tuhan, dia akan menghadapi Eden.." Rhyno mengusap pipinya.

Revo memeluk Gia yang kini menjadi istrinya, sementara Gia benar-benar merasa aman dalam bahu orang yang selama ini dia takuti itu. "Aku mencintaimu..." Kecup Revo ke kening Gia.

Gia mengangguk pelan, "terima kasih... Aku akan menjaga perasaanmu..." Jawa Gia, Revo memberi senyum dan bertekat melindungi Gia.

"Kita harus menemuinya, waktu kita sedikit sebelum dia dibawa ke Raja Arab" Adam bergegas.

Mereka semua berlari diantara jutaan manusia di pusat Mecca, menuruni tangga dan menanti di pintu keluar.

Ketika messiah melewati pintu keluar, Furen menyahut "messiah!"

Pria yang dikawal badan keamanan itu tersenyum, ia berhenti melangkah dan mengisyaratkan aparat agar kalem.

"Aku bukan messiah tapi orang yang akan menjemput messiah datang atas izin-Nya.." katanya sambil menjabat tangan Furen dan memeluknya.

"Aku bendera hitam, aku harus bicara denganmu dan membawamu pada Eden si dajjal" bisik Furen.

Pria itu tercengang, ia menarik bahunya dari Furen. Seraya Furen mengambil lensa kontak di kedua matanya dan menunjukkan matanya yang berbeda warna.

"...?" Semua remaja Zyo S kini di belakang Furen setelah berusaha menyusul menembus jutaan orang yang beribadah suci.

"Panji bendera hitam?" Tunjuk pria itu.

Mereka semua mengangguk.

"Maha suci Dia penguasa langit, namaku Aman dan aku ini bukan messiah tapi aku akan menjemput messiah... Tugasku memang untuk menemui Eden... Bawa lah aku kepadanya..."  Sambut Aman dengan mata yakin.

Dia merangkul Furen yang selesai memasang lensa kontak sehingga aparat mengawal mereka semua berjalan meninggalkan pusat Mecca.

"Adam, kau tidak ikut?" Robert menoleh kepada Adam yang berhenti berjalan setelah mereka akan dibawa pergi memasuki mobil pemerintah.

Adam menggeleng pelan sambil tersenyum.

Semua remaja itu menoleh kepada Adam.

"Tugasku sudah selesai saudaraku..." Senyum Adam lembut.

"..." Furen merasakan hawa kesejukan dari hati Adam.

"Kau adalah seorang malaikat, Adam.." kata Furen pelan kemudian memasuki mobil pemerintah, duduk disamping Aman.

"Selamat lah..." Rhyno tersenyum memasuki mobil pemerintah disusul semua temannya.

"Terima kasih banyak atas kebaikanmu..." Robert melambai keluar jendela.

Adam melambaikan tangan sambil tersenyum, mengamati mereka semua menghilang karena menjauh.

"Ya Tuhanku lindungilah imam Aman, merdekakan lah kami dari Eden..." Kata Adam berlalu ke parkiran.

Sementara di mobil tempat Robert dan Ben berada,

"Adam itu seperti sudah tahu ending nasib kita" kata Robert si pemuda berambut panjang yang disembunyikan di balik sorban.

"Karena dia sudah mempelajari tulisan masa depan menurut ajaran kepercayaannya, kita dilepas agar tidak cemas dengan tulisan itu... Aku tahu banyak yang akan mati diantara kita..." Ben menoleh kepada Robert.

"Kita ini berperang tapi terasa sedang tamasya," ejek Robert.

"Lihat di luar sana orang berperang dengan jet dan tank tempur lengkap dengan rudal dan bom nuklirnya," Ben menyindir.

"Kau benar, tidak berguna, hanya bermain-main menghamburkan uang, hanya perang argumentasi dan pedang yang mempercepat segala urusan." Tegas Robert.

Mereka menuju kediaman alim pemimpin para arif negara dimana Aman akan dikarantina dan didatangi raja Arab.

Di sana sebelum raja Arab datang Furen menghadap Aman, mereka berbicara secara pribadi di dalam sebuah perpustakaan, kali ini Rhyno tidak banyak bergerak memimpin barisan sebab Adam menghimbau bahwa suara wanita tidak akan didengarkan petinggi Arab. Rhyno dan kawan-kawan menunggu di luar ruangan.

"Jadi benar Eden sedang ada di gunung pemusik?" Aman.

Furen mengangguk pelan.

"Aku akan menemuinya agar membubarkan Alice atas ijin-Nya," jawab Aman.

"Ada beberapa hal yang akan terjadi ketika kau menemui Eden, yaitu dia mengajak adu pedang... Saat itu jika dia terbunuh olehmu aku tidak tahu apa yang akan bisa kita lakukan..." Furen.

"Kukatakan kepadamu wahai hamba Tuhan, bahwa bukan aku yang akan membunuhnya tapi messiah dan aku akan terbunuh oleh Eden itu dengan pedang itu..." Aman berkata dengan nada dalam.

Furen tercengang.

"Aku hanya bertugas mengembalikan DNA ungu di tubuh Eden dan para anggotanya..." Papar Adam.

"Ah... Aku mengerti..." Furen masih tercengang.

"Aku sudah berkali-kali memimpikan ini dan aku sudah siap untuk menyerahkan nyawaku untuk Tuhan... Aku memang takut dengan kematian yang sakit tapi aku rela mati jika kehidupan selanjutnya lebih menenangkan jiwaku..." Adam memejamkan matanya dengan senyum dalam.

"Kau penuh kasih dari-Nya, aku iri sekali kepadamu" Furen memandangi Aman lekat-lekat.

"Aku sangat iri." Furen memicingkan matanya kepada Aman.

"..." Aman mulai membuka matanya dan melihat raut wajah Furen berubah seperti serigala liar yang menatap matanya dengan penuh iri.

No comments:

Post a Comment

Bab 22: Tidak Banyak Bicara

 Rhyno akhirnya merenung setelah perkumpulan di kediaman Aman selesai. Semua pemuda Zyo S akhirnya berkumpul untuk merundingkan rencana. Mer...